- Oleh Redaksi
- 11, Apr 2026
SuaraGarut.id — Ketegangan politik internasional kembali mencuat setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kecaman terbuka terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan tersebut dipicu oleh sikap kontroversial Trump yang dinilai menghina pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV, serta unggahan bergambar yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menilai tindakan tersebut telah menyentuh ranah keagamaan yang sakral dan tidak dapat dibenarkan. Ia bahkan menyampaikan solidaritas secara langsung kepada Paus Leo XIV.
“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan Anda melalui Allah,” tulis Pezeshkian di platform X.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan simbol agama untuk kepentingan politik maupun propaganda berpotensi memperkeruh hubungan antarumat beragama serta memperdalam konflik global.
Ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV sendiri berawal dari sikap Paus yang secara konsisten mengkritik konflik bersenjata, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Paus menekankan pentingnya perdamaian serta menolak penggunaan agama sebagai pembenaran tindakan kekerasan.
Menanggapi kritik tersebut, Trump justru melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam isu keamanan dan kebijakan luar negeri. Situasi semakin memanas ketika Trump mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan yang memperlihatkan dirinya menyerupai Yesus, meski unggahan itu kemudian dihapus.
Di tengah polemik tersebut, Paus Leo XIV memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan politik dan tetap berpegang pada pesan damai yang selama ini ia gaungkan.
“Saya tidak berniat untuk berdebat… pesan saya tetap sama: mempromosikan perdamaian,” ujarnya.
Ia menegaskan akan terus mendorong dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik.
Perseteruan ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Vatikan, khususnya terkait isu perang Iran. Sikap Iran yang turut membela Paus menunjukkan bahwa persoalan ini telah berkembang menjadi isu global yang melibatkan aspek politik, agama, dan kemanusiaan.***
Belum ada komentar.