Pengadaan Tablet BGN Jadi Sorotan, Harga e-Katalog Lebih Tinggi dari Pasaran


[Samsung Galaxy Tab Active5 yang dijadikan tablet operasional untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia /Foto: dok. Samsung]

SuaraGarut.id — Anggaran pengadaan tablet dalam program Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 menuai perhatian publik setelah ditemukan perbedaan signifikan antara harga di e-katalog pemerintah dan harga pasar. Perangkat ini direncanakan untuk menunjang operasional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia di lapangan.

Dalam rincian anggaran, Badan Gizi Nasional mengalokasikan sekitar Rp830,1 miliar untuk belanja perangkat keras dan komputer. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp508,4 miliar dikhususkan untuk pengadaan tablet, melansir dari Pikiran Rakyat.

Salah satu perangkat yang digunakan adalah Samsung Galaxy Tab Active5. Dalam e-katalog INAPROC, harga tablet ini tercatat sekitar Rp17,93 juta per unit, sementara harga di pasaran umum berada di kisaran Rp9 juta hingga Rp12 juta.

Selisih harga tersebut memunculkan pertanyaan terkait efisiensi penggunaan anggaran negara. Dengan total anggaran Rp508,4 miliar, BGN diperkirakan dapat mengadakan sekitar 28.359 unit tablet berdasarkan harga yang tercantum di e-katalog.

Screenshot_20260415_055726_com.huawei.photos.jpg

Proses pengadaan dilakukan melalui sistem e-Katalog 6.0, yang merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Salah satu penyedia yang terlibat adalah PT Mitrawira Hutama Teknologi, yang mencatatkan transaksi sekitar Rp84,7 miliar.

Dalam katalog yang tersedia, perusahaan tersebut hanya menawarkan satu jenis produk, yakni Samsung Galaxy Tab Active5 dalam paket bundling dengan harga Rp17.927.000 per unit. Selain itu, pengadaan juga melibatkan sejumlah vendor lain dengan kisaran harga serupa dan jumlah unit antara 1.000 hingga 5.000 unit per penyedia.

Jika seluruh pengadaan dilakukan dengan harga tersebut, maka total nilai belanja akan sesuai dengan jumlah unit yang direncanakan dalam program.

PT Mitrawira Hutama Teknologi sendiri merupakan perusahaan yang relatif baru, didirikan pada April 2023 dan bergerak di bidang teknologi informasi. Berdasarkan informasi dari laman resminya, perusahaan ini menyediakan layanan konsultasi, instalasi, hingga pemeliharaan infrastruktur IT, dengan kantor berlokasi di Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Sejak berdiri, perusahaan tersebut telah mengembangkan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, Tiara Marga Trakindo, Aramex, Sime Darby Plantation, Hypernet, dan Traveloka.

Pengadaan tablet ini merupakan bagian dari belanja non-utama dalam program BGN. Selain perangkat tablet, anggaran juga mencakup pengadaan produk lain seperti motor listrik dan perlengkapan penunjang lainnya.***

Sumber PIkiran Rakyat 

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka