Beranda Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS Meski Ada Tawaran Mediasi

Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS Meski Ada Tawaran Mediasi

Oleh, Redaksi
12 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi/RRI

SauraGarut.id – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa pemerintah Iran menolak berbagai tawaran mediasi dari sejumlah negara terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Teheran menegaskan tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/3/2026), menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang menyebut Indonesia siap memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi melasnir dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa Iran sebelumnya telah beberapa kali melakukan perundingan dengan Amerika Serikat, namun menurutnya selalu berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau serangan dari pihak Washington.

Boroujerdi menyebut negosiasi pertama berkaitan dengan kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dicapai pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia. Namun, Amerika Serikat kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan yang terjadi pada Juni 2025.

Ia juga menyebut perundingan ketiga berlangsung dengan Oman sebagai mediator. Saat itu, delegasi Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani putaran ketiga negosiasi tidak langsung di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya konflik militer kembali pecah.

Merujuk pengalaman tersebut, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali ruang perundingan dengan Amerika Serikat.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Sementara itu, selain Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi mediator dalam konflik tersebut. Kremlin menyebut Putin menawarkan diri sebagai perantara setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan terkait ketegangan yang terjadi.***

Sumber Antara 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.