- Oleh Redaksi
- 24, May 2026
SuaraGarut.id - Kabupaten Garut selama ini sangat lekat dengan keindahan alam Situ Bagendit atau gurihnya industri kuliner lokal. Namun, siapa sangka dari sudut Kecamatan Banyuresmi sebuah wilayah yang melegenda sebagai tanah kelahiran para seniman pangkas rambut Asgar (Asli Garut) di Indonesia kini lahir sebuah gebrakan industri manufaktur berat skala nasional.
Adalah CV Juara Group, produsen kursi barbershop lokal yang sukses mendobrak pasar domestik dan memutus total rantai ketergantungan para kapster Indonesia terhadap produk-produk impor. Di balik deru mesin, potongan besi, dan kesuksesan brand yang masif ini, ada sosok anak muda inspiratif yang memiliki kombinasi latar belakang akademis unik: Cep Gani Sugara, S.H., atau yang akrab disapa A Gani.
Di usianya yang masih muda, A Gani berhasil membuktikan bahwa keterbatasan modal finansial di awal usaha bukanlah batu sandungan, asalkan diganti dengan modal mentalitas juara.
Lahir dan tumbuh di lingkungan Garut, perjalanan A Gani di dunia manufaktur berat terbilang sangat tidak biasa. Jika sebagian besar sarjana hukum mencita-citakan karier di meja hijau, pengadilan, atau korporasi besar, A Gani justru memilih jalur yang berbeda.
1.jpeg)
Langkah nekat membangun CV Juara Group ini nyatanya sudah ia jalani sejak masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Hukum. Jatuh bangun membagi waktu antara diktat perkuliahan, memahami pasal-pasal hukum, dengan lantai workshop yang penuh dengan oli dan debu besi menjadi makanan sehari-harinya selama bertahun-tahun.
Setelah berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.), rasa hausnya akan ilmu tidak berhenti begitu saja. Demi mempertajam arah dan strategi ekspansi bisnis manufaktur beratnya, A Gani memutuskan untuk kembali duduk di bangku kuliah, tepatnya di Fakultas Bisnis Universitas Garut (UNIGA). Irisan langka antara pemahaman regulasi hukum, teori manajemen bisnis modern, serta praktik keras di lapangan inilah yang membentuk DNA kepemimpinan A Gani menjadi sangat tangguh.
Bagi sebagian besar pelaku UMKM, ketiadaan uang sering kali dijadikan alasan utama untuk berhenti melangkah. Namun, lewat tema gerakan yang ekstrem, "Pembuktian — Bisnis Tanpa Modal", A Gani mendobrak dogma tersebut.

Di masa-masa awal merintis sewaktu masih kuliah hukum, kondisi workshop Juara Group sangat jauh dari kata mewah. Keterbatasan alat kerja, modal material yang minim, hingga cemoohan bahwa produk lokal tidak akan mampu menandingi dominasi kursi impor murah asal luar negeri sempat menjadi awan mendung di Banyuresmi. Ada momen-momen nadir yang sempat memukul telak dan menyadarkannya bahwa membangun industri manufaktur mandiri itu sama sekali tidak mudah.
Namun, di sinilah prinsip hidup utama A Gani bekerja. Ia selalu memegang teguh kalimat filosofis: "Tetap dekat dengan upaya." Baginya, hasil akhir atau keuntungan materi adalah wilayah mutlak Yang Maha Kuasa, namun tugas manusia yang paling hakiki adalah memastikan dirinya tidak pernah menjauh dari ikhtiar terbaik.
Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Pola pikir "Mindset Over Capital" ini terbukti valid. Produk kursi barber rakitan Juara Group justru tumbuh luar biasa, identik dengan kekuatan dan ketahanan fisik produk yang super tangguh, bahkan berani memberikan garansi uang kembali jika tidak terbukti kokoh di lapangan. Puncaknya, CV Juara Group sukses menyabet penghargaan sebagai Juara 1 Inkubasi Inovasi Universitas Garut (UNIGA) 2024.
Keunikan terbesar dari CV Juara Group yang membuat media nasional terpikat bukan hanya karena inovasi kursinya yang ergonomis mencegah varises pada kaki kapster, melainkan jiwa sosial inklusif yang tertanam di dalamnya. Sesuai dengan tagline perusahaan, "Strong in Product, Noble in Dignity" (Kuat secara Produk, Mulia dalam Martabat), A Gani secara sadar membuka pintu workshop-nya lebar-lebar untuk memberdayakan rekan-rekan disabilitas lokal.
 (1).jpg)
Di tengah dunia usaha konvensional yang sering kali membatasi ruang bagi penyandang disabilitas, A Gani justru menaruh kepercayaan penuh pada kreativitas mereka untuk merakit komponen-komponen besi menjadi kursi barber premium kelas nasional.
"Saya mengajak sesama para pelaku UMKM untuk berupaya membuka ruang untuk mereka (disabilitas). Tidak bisa semua, jangan tinggalkan semua," ungkap A Gani mantap.
Tidak berhenti di situ, nilai keberkahan usaha ini juga diwujudkan melalui komitmen menyisihkan sebagian profit usaha secara konsisten untuk menaungi anak-anak yatim di pelosok kampung Banyuresmi setiap bulannya semenjak Juara Group didirikan. Hebatnya lagi, setiap konsumen yang membeli produk Juara Group secara otomatis ikut menggerakkan ekonomi Garut secara luas, karena A Gani selalu menerapkan konsep ekosistem "Saling Tumbuh Bersama" dengan menyertakan bonus produk-produk dari UMKM Garut lainnya di setiap pengiriman.
Kisah Cep Gani Sugara adalah sebuah refleksi nyata bagi generasi muda Garut: bahwa dengan mentalitas seorang juara, dari sebuah sudut kecil di Banyuresmi, anak daerah pun bisa merajai pasar nasional dan membawa nama Garut terbang tinggi dengan penuh martabat.

Simak obrolan mendalam dan eksklusif bersama A Gani Sugara, S.H. mengenai rahasia bisnis tanpa modal dan manajemen mental juara di YouTube Channel Suara Garut ID dalam program Special Garut Pride Podcast.
Belum ada komentar.