- Oleh Redaksi
- 06, May 2026
SuaraGarut.id - Kepolisian Resor Garut terus mendalami kasus dugaan tindak pidana asusila terhadap seorang santriwati yang diduga melibatkan oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi melibatkan tim medis serta pemeriksaan psikologis terhadap korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Lagi kita laksanakan visum dan pemeriksaan psikolog," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin di Garut, Senin.
AKP Joko Prihatin menjelaskan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut telah bergerak melakukan penanganan sejak laporan diterima. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku berinisial AN (45) guna menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu hasil pemeriksaan korban.
"Masih terlapor, masih diamankan keselamatannya di Polres," kata Joko.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap korban, kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut. Polisi memastikan seluruh proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam penanganannya, Polres Garut turut melibatkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemerintah Kabupaten Garut untuk memberikan pendampingan hukum maupun pemulihan psikologis terhadap korban.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengatakan korban telah menjalani visum di RSUD dr Slamet Garut.
"Hari ini dilakukan visum di RSU dan kami memastikan pendampingan terus dilakukan agar korban merasa aman," katanya.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama selama proses hukum berlangsung. Pemerintah daerah juga memastikan korban mendapatkan pendampingan secara maksimal agar kondisi psikologisnya tetap terjaga.
"Yang terpenting saat ini adalah perlindungan terhadap korban dan memastikan proses hukum berjalan secara objektif," katanya.
Kasus dugaan asusila tersebut sebelumnya memicu reaksi warga setelah informasi mengenai peristiwa itu menyebar di tengah masyarakat. Aparat kepolisian kemudian mengamankan terduga pelaku dari rumahnya guna mengantisipasi situasi yang tidak kondusif.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah warga melontarkan kemarahan terhadap terduga pelaku saat proses pengamanan berlangsung.
Belum ada komentar.