- Oleh Redaksi
- 28, Apr 2026
SuaraGarut.id – Perayaan Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Selasa malam (5/5/2026). Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur kirab budaya untuk menyaksikan prosesi sakral Mahkota Binokasih yang menjadi simbol kejayaan budaya Sunda.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dedi Mulyadi bersama Abdusy Syakur Amin. Keduanya tampil menunggangi kuda dalam prosesi kirab budaya yang mengiringi kereta kencana Ki Jaga Raksa pembawa Mahkota Binokasih.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti dan Ketua TP PKK Garut Tinneke Hermina turut mengikuti iring-iringan menggunakan kereta kencana.
Kirab dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara dan berakhir di Halaman Kantor Gubernur Bale Dewa Niskala, Kecamatan Garut Kota. Meski hujan sempat mengguyur kawasan acara, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan seni budaya dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang dibuka dengan atraksi khas Garut, Surak Ibra.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan terkait peningkatan status jalan yang dilalui Karnaval Mahkota Binokasih menjadi jalan provinsi.
"Ku sim kuring ditetapkeun sadayana jalur anu kalangkungan ku Karnaval Mahkota Binokasih jalanna alih status jadi jalan provinsi. Janten engke kapayun Pak Sekda, tanggung jawab penataan lampu, tanggung jawab trotoar, tanggung jawab markah jalan, pengecatan dugi ka gurilapna di jalan engke tanggung jawab Gubernur (Oleh saya ditetapkan semua jalur yang dilewati oleh Karnaval Mahkota Binokasih jalannya alih status menjadi jalan provinsi. Jadi nanti ke depannya Pak Sekda, tanggung jawab penataan lampu, tanggung jawab trotoar, tanggung jawab marka jalan, pengecatan sampai berkilaunya jalan nanti jadi tanggung jawab Gubernur.)," tegas KDM.
Ia mengatakan kebijakan tersebut bertujuan agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di wilayah pedesaan dan pelayanan dasar masyarakat.
" Urang fokuskeun ngabangun jalan. Ngabangun sakola. Ngabangun puskesmas sareng rumah sakit. Ngabangun irigasi. Ngalereskeun imah rahayat nu rek runtuh, ( Kita fokuskan membangun jalan. Membangun sekolah. Membangun puskesmas dan rumah sakit. Membangun irigasi. Memperbaiki rumah rakyat yang mau roboh) ," tambahnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai mampu mengurangi beban pemeliharaan jalan kabupaten sehingga anggaran dapat dialihkan untuk pembangunan jalur lain yang membutuhkan.
"Kemudian kita juga dapat jalan yang dilewati tadi itu akan dijadikan sebagai jalan provinsi, sehingga nanti mengurangi beban kita untuk perawatan. Itu kan lumayan bisa dipindahkan ke jalur yang lain," ucap Bupati Garut.
Selain pembangunan infrastruktur, Bupati Garut juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Sunda sebagai bagian dari pembangunan karakter dan identitas daerah.
"Kalau saya sih melihat bahwa eventnya bagus, yang pertama tadi meningkatkan kebanggaan sebagai warga Sunda, di mana budaya yang selama ini ada itu agak terabaikan, jadi dibangkitkan kembali tadi juga yang namanya Mahkota Binokasih itu tidak pernah keluar, itu adalah simbol kebesaran orang Sunda dulu. Ini kan dibangkitkan kembali, menurut saya bagus," lanjutnya.
Perayaan Milangkala Tatar Sunda diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.
Belum ada komentar.