Kadinkes Garut Tegaskan Super Flu Belum Terdeteksi, Kondisi Kesehatan Masyarakat Masih Aman
SuaraGarut.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, memastikan hingga pertengahan Januari 2026 belum ditemukan kasus virus influenza tipe A atau yang dikenal sebagai super flu di wilayah Kabupaten Garut. Ia menegaskan kondisi kesehatan masyarakat Garut masih dalam keadaan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah kita bersyukur dan mudah - mudahan tidak ada dan tidak terjadi super flu masuk ke Garut. Ya, hingga saat ini kami belum ditemukan kasus yang mengarah pada infeksi virus tersebut di Garut ini,” kata Leli Yuliani saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Garut, Kamis (15/1/2026).
Leli menjelaskan, berdasarkan laporan rutin dari petugas kesehatan di lapangan, hingga kini belum ditemukan gejala flu yang berbeda dari kondisi influenza pada umumnya di tengah masyarakat.
“Jadi berdasarkan hasil laporan teman - teman di lapangan tidak menemukan gejala flu yang aneh dari biasanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara klinis gejala super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, serta nyeri otot. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan.
“Tidak ada sesuatu yang bikin kita terlalu khawatir terkait perkembangan virus influenza type A atau super flu di Kabupaten Garut ini, karena tingkat kesakitanya juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan,” jelasnya.
Meski di sejumlah negara virus influenza tipe A dilaporkan memiliki tingkat penyebaran yang cepat dan cukup mengkhawatirkan, Leli menegaskan bahwa di Kabupaten Garut belum dilakukan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi virus tersebut, sehingga hingga kini belum ada laporan resmi kasus super flu.
“Kalau di negara lain katanya penyebaranya yang cepat, yang jelas di Garut belum ada kasus karena kita belum ada pemeriksaan terhadap hal itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Leli menyampaikan bahwa masa inkubasi virus influenza tipe A relatif sama dengan jenis influenza lainnya, yakni berkisar antara tujuh hari hingga dua minggu. Berdasarkan kajian literatur medis, virus tersebut juga tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan flu pada umumnya.
“Berdasarkan literatur, tidak terlalu berdampak terhadap keparahannya. Dan karena di Garut sendiri kita tidak melakukan pemeriksaan, sehingga kita juga tidak ada laporan mengenai penderita flu yang memberat,” ucapnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa virus influenza tipe A telah terdeteksi di Indonesia dan mulai menyebar di sejumlah daerah. Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.