Sempat Resahkan Warga, Dugaan Penculikan Anak di Garut Ternyata Rekayasa
SuaraGarut.id – Kepolisian Resor Garut memastikan video viral yang menyebut adanya penculikan anak sekolah dasar di wilayah Garut adalah tidak benar. Isu tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setelah beredar luas di media sosial.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Garut AKP Joko Prihatin menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tindak pidana penculikan sebagaimana narasi yang beredar.
"Kami pastikan isu penculikan itu tidak benar adanya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin kepada wartawan di Garut, Rabu.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti video yang menyebut dua anak sekolah dasar menjadi korban penculikan di wilayah perkotaan Garut pada Selasa (10/2). Setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa pengakuan anak tersebut tidak sesuai fakta.
"Pengakuannya diculik oleh tiga orang bapak-bapak, kemudian diturunin di Alun-alun Garut, padahal itu tidak benar," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah memanggil kedua orang tua anak untuk melakukan klarifikasi atas dugaan tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan unsur tindak pidana penculikan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dua anak tersebut berangkat dari Kecamatan Cilawu pada Selasa pagi menggunakan angkutan kota dengan tujuan ke wilayah perkotaan Garut untuk bolos sekolah. Setelah berjalan-jalan, mereka beristirahat di kawasan Alun-alun Garut.
Di lokasi tersebut, seorang ibu menanyakan alasan mereka berada di luar sekolah pada jam belajar. Anak tersebut kemudian mengaku telah diculik dan diturunkan oleh beberapa orang yang menggunakan mobil di wilayah Garut. Pengakuan itu direkam menggunakan telepon seluler dan akhirnya tersebar luas di media sosial dengan narasi adanya aksi penculikan.
"Saat dilakukan wawancara dan akan dibawa ke polsek terdekat anak itu menangis ketakutan, kemudian kedua anak tersebut diantarkan pulang ke rumah orang tuanya oleh anggota Satpol PP," katanya.
Polres Garut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.