Korban Tragedi Pesawat ATR 42-500, Deden Maulana Dimakamkan di Sukawening Garut
SuaraGarut.id - Suasana duka menyelimuti Kampung Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2026) sore. Karangan bunga tampak berjajar di sekitar kediaman almarhum Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
Prosesi pemakaman almarhum berlangsung khidmat dan penuh haru. Pemakaman Deden Maulana dilaksanakan dengan upacara semi militer yang dihadiri rekan-rekan kerjanya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hujan yang turun sejak sore turut mengiringi prosesi pemakaman di wilayah Kecamatan Sukawening tersebut.
Pantauan di lokasi, sejumlah pegawai KKP, keluarga besar, kerabat, serta masyarakat setempat tampak mengiringi jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Jenazah Deden Maulana tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian disalatkan di masjid terdekat sebelum akhirnya dimakamkan sekitar pukul 16.15 WIB.
Paman almarhum, Jejen (55), mengenang Deden sebagai sosok yang bertanggung jawab dan sangat peduli terhadap keluarga. Ia menyebut, almarhum dikenal sederhana dan selalu meluangkan waktu untuk pulang ke kampung halaman.
“Keponakan saya orangnya baik, sederhana, dan sangat perhatian pada keluarga. Setiap ada kesempatan libur, apalagi saat hari raya, pasti menyempatkan pulang ke sini,” ujarnya.
Menurut Jejen, kepergian Deden secara tiba-tiba meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Namun demikian, keluarga tetap merasa bangga karena almarhum meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.
“Walaupun sangat berat kehilangan beliau, keluarga ikhlas dan bangga. Almarhum wafat dalam tugas, semoga menjadi amal ibadah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” katanya.
Deden Maulana diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dan tercatat sebagai jenazah pertama yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari lokasi kejadian.
Sementara itu, Tim SAR gabungan melaporkan bahwa hingga Kamis (22/1/2026), sebanyak enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.