Cuaca Ekstrem Terjang Samarang, Dua Rumah Warga Rusak dalam Dua Hari
SuaraGarut.id – Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang dan sambaran petir melanda Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, dalam dua hari terakhir. Akibat cuaca ekstrem tersebut, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius pada Rabu (11/2/2026) dan Kamis (12/2/2026).
Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan atap rumah milik Jaja, warga Kampung Sukahaji RT 03 RW 08, Desa Samarang, roboh. Rumah tersebut dihuni oleh dua orang dalam satu keluarga.
Camat Samarang, Bambang Isnaeni Fathan, membenarkan kejadian tersebut setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Berdasarkan hasil pengecekan kami di lokasi, sebagian atap rumah roboh akibat hujan lebat dan angin kencang. Kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp10 juta,” ujar Bambang.
Meski kerusakan tergolong cukup berat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, rumah korban masih dalam penanganan darurat sembari menunggu bantuan lanjutan.
Bambang menjelaskan, pihak kecamatan segera turun ke lapangan setelah menerima laporan dari Kepala Desa Samarang. Penanganan darurat dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat sekitar. Warga turut membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan serta membersihkan puing-puing bangunan yang roboh.
“Kami telah melakukan kajian cepat dan mengajukan bantuan tanggap darurat berupa bahan bangunan serta logistik seperti perlengkapan rumah tangga, pakaian, dan alat kebersihan bagi korban,” ucapnya.
Selain bantuan logistik, pihak kecamatan juga merekomendasikan langkah rehabilitasi agar rumah korban dapat kembali layak huni. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan.
Rumah Rusak Akibat Sambaran Petir
Sehari sebelumnya, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, rumah milik Herman (56), pedagang keliling yang tinggal di Kampung Cisumur RT 06 RW 05, Desa Samarang, juga mengalami kerusakan akibat tersambar petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kapolsek Samarang, AKP Hilman Nugraha, menjelaskan bahwa sambaran petir menyebabkan genteng dan atap rumah hancur, kaca jendela pecah, serta sejumlah barang di dalam rumah ikut rusak. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan untuk sementara korban bersama keluarganya mengungsi ke rumah kerabat", kata Hilman.
Baik Camat Samarang maupun Kapolsek setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Garut dan sekitarnya.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.