- Oleh Redaksi
- 12, May 2026
SuaraGarut.id - Umat Islam bersiap menyambut bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah yang merupakan salah satu bulan penuh kemuliaan dalam kalender Islam. Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, awal bulan Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Jika prediksi tersebut sesuai hasil sidang isbat, maka Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Meski demikian, penetapan resmi awal Dzulhijjah tetap menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama RI yang dijadwalkan digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 di Jakarta.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut posisi hilal saat magrib pada 17 Mei diprediksi sudah memenuhi kriteria untuk penetapan awal bulan Hijriah secara serentak di Indonesia.
Memasuki sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah karena periode tersebut dikenal memiliki keutamaan besar di sisi Allah SW
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan adalah puasa sunnah sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah. Dua puasa yang paling utama yakni Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah diperkirakan jatuh pada Minggu, 24 Mei 2026, sedangkan Puasa Arafah pada Senin, 25 Mei 2026. Puasa Arafah dikenal memiliki keutamaan besar karena diyakini dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang.
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, takbir, tahmid, dan tahlil selama bulan Dzulhijjah.
Bagi umat Muslim yang berniat berkurban, juga disunnahkan untuk tidak memotong kuku maupun rambut sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.
Tak hanya itu, momentum Dzulhijjah juga dianjurkan dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah, memperbanyak istigfar, serta memperkuat ibadah dan taubat kepada Allah SWT.***
Belum ada komentar.