- Oleh Redaksi
- 06, May 2026
SuaraGarut.id - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Hewan kurban seperti sapi, kerbau, kambing, hingga domba dipastikan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Dyah Savitri, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pasokan hewan kurban tetap tersedia hingga mendekati Idul Adha.
"Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Garut sudah tercukupi dan akan terus bertambah hingga menjelang Idul Adha," kata Dyah Savitri di Garut, Jumat.
Ia menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Garut selama ini dipenuhi dari peternak lokal maupun pasokan dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sejumlah wilayah di Jawa Barat.
"Pasokan hewan kurban tercukupi baik dari ternak yang berasal dari Kabupaten Garut maupun dari luar wilayah," katanya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 333 pedagang sapi dengan total stok mencapai 10.772 ekor. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban, mengingat pemotongan sapi pada Idul Adha tahun 2025 tercatat sebanyak 8.086 ekor.
Sementara untuk hewan kurban jenis kerbau, tersedia 135 ekor dari sembilan pedagang. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pemotongan kerbau tahun lalu yang hanya mencapai 40 ekor.
Adapun stok kambing dan domba saat ini tercatat sebanyak 19.009 ekor yang berasal dari 229 pedagang. Meski sedikit di bawah jumlah pemotongan tahun lalu yang mencapai 19.494 ekor, Diskannak optimistis jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan kurban.
Menurut Dyah, kambing dan domba masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya dinilai lebih terjangkau dibandingkan hewan kurban lainnya.
"Domba dan kambing dianggap paling terjangkau dan sesuai kemampuan daya beli masyarakat," katanya.
Terkait harga, Diskannak menyebut harga sapi hidup berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram. Sedangkan harga kambing dan domba berkisar Rp80 ribu sampai Rp110 ribu per kilogram bobot hidup.
Selain memastikan stok, Diskannak juga terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban, termasuk pemeriksaan rutin guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Dengan kondisi yang terkendali tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dalam memilih hewan kurban maupun mengonsumsi pangan asal hewan," katanya.
Belum ada komentar.