- Oleh Redaksi
- 04, May 2026
SuaraGarut.id – Program Studi S1 Pariwisata Fakultas Ekonomi Universitas Garut menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Agrowisata Tepas Papandayan, Kabupaten Garut, pada 5 Mei 2026. Kegiatan bertema “Peningkatan Kualitas Layanan Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Tepas Papandayan Melalui Pelatihan Bahasa Inggris, Hospitality Berbasis Kearifan Lokal, dan Kampanye Green Tourism” ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut yang terdiri dari Stanny Dhamayanty, SST.Par., M.M.Par. sebagai Ketua PKM , Dani Adiatma, S.Par., M.M.Par. sebagai Kaprodi S1 Pariwisata , dan anggota PKM yaitu Deden Firman Syuyaman Rukma, M.M.Par., Ghaida Farisya, S.S., M.Hum., serta Nissa Agniya Resmisari, S.Pd., M.Pd.

Peserta kegiatan berasal dari pengelola Agrowisata Tepas Papandayan, pelaku UMKM, hingga staf operasional yang terlibat langsung dalam pelayanan wisata. Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali kemampuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata yang profesional namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami perubahan signifikan. Wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga pengalaman yang nyaman, ramah, autentik, dan berkelanjutan. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing destinasi wisata, termasuk wisata alam seperti Agrowisata Tepas Papandayan.

Destinasi wisata yang berada di kawasan berhawa sejuk dengan panorama alam khas pegunungan Garut ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Kemampuan komunikasi, kualitas SDM, pelayanan wisata, hingga kesadaran menjaga lingkungan menjadi aspek yang harus terus diperkuat.
Melalui program PKM ini, Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan keilmuan akademik yang dimiliki perguruan tinggi. Pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga bentuk sinergi nyata antara akademisi dan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari melalui registrasi peserta dan sambutan dari pengelola Agrowisata Tepas Papandayan serta pelaku usaha UMKM Desa Cisurupan. Dalam sambutannya, pihak pengelola menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut terhadap pengembangan wisata lokal.
Ketua Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut, Dani Adiatma, S.Par., M.M.Par., dalam prakata sekaligus motivasinya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata saat ini harus berorientasi pada pengalaman wisatawan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, pelatihan seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan wisata di Agrowisata Tepas Papandayan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Green Tourism, Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut juga menyerahkan bantuan alat kebersihan dan tong sampah pilah kepada pihak pengelola Agrowisata Tepas Papandayan. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan kebersihan destinasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan disambut antusias peserta kegiatan. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih, nyaman, sehat, dan ramah lingkungan.
Pada sesi materi, Deden Firman Syuyaman Rukma, M.M.Par., menyampaikan materi bertajuk “Service Excellent”. Ia menjelaskan bahwa pelayanan prima merupakan elemen penting dalam menciptakan kepuasan wisatawan.
Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan keramahan, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan wisatawan, memberikan solusi dengan cepat, menjaga komunikasi yang baik, hingga menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi tersebut karena materi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi contoh praktik pelayanan yang kerap ditemui dalam aktivitas wisata sehari-hari.
Sementara itu, materi “English for Service” disampaikan oleh Nissa Agniya Resmisari, S.Pd., M.Pd. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan dasar penggunaan bahasa Inggris sederhana yang dapat diterapkan dalam pelayanan wisata.
Materi meliputi cara menyapa wisatawan, memberikan informasi, menjelaskan fasilitas, hingga menghadapi pertanyaan wisatawan asing. Pelatihan berlangsung interaktif melalui simulasi percakapan sederhana sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks pelayanan wisata.
Selanjutnya, materi Green Tourism disampaikan oleh Ghaida Farisya, S.S., M.Hum. Ia menjelaskan pentingnya penerapan konsep pariwisata berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata.
Menurutnya, Green Tourism tidak hanya berbicara mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pelestarian alam, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata.
Ia juga mengajak peserta mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar terhadap lingkungan, seperti memilah sampah, menjaga kebersihan area wisata, dan memberikan edukasi kepada wisatawan agar ikut menjaga kelestarian alam.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan wisata dan usaha UMKM.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para narasumber memberikan berbagai masukan dan solusi praktis yang dapat diterapkan peserta dalam aktivitas pelayanan wisata sehari-hari.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat respons positif dari peserta maupun pihak pengelola Agrowisata Tepas Papandayan. Pengelola Agrowisata Tepas Papandayan, Nurdin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pengelola wisata.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kembali kepada masyarakat lainnya maupun kepada wisatawan sehingga memberikan dampak yang lebih luas. Selain itu, ia juga berharap kerja sama dan kolaborasi antara Agrowisata Tepas Papandayan dan Program Studi Pariwisata Universitas Garut dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Kehadiran akademisi di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Program Studi S1 Pariwisata Universitas Garut pun menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sektor pariwisata dan masyarakat lokal.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dengan peningkatan kualitas SDM, penguatan hospitality berbasis kearifan lokal, serta kampanye Green Tourism, Agrowisata Tepas Papandayan diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang semakin berdaya saing.
Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pelatihan seperti ini dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Masyarakat tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga menjadi pelaku utama yang berkontribusi langsung terhadap kualitas pengalaman wisatawan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara dosen, pengelola wisata, dan masyarakat. Proses berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik lapangan menjadi nilai tambah yang memperkuat hubungan kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, Agrowisata Tepas Papandayan diharapkan terus tumbuh menjadi destinasi wisata yang unggul dalam pelayanan, kuat dalam pemberdayaan masyarakat, serta konsisten menjaga kelestarian alam.
Penulis: Stanny Dhamayanty, SST.Par., M.M.Par.
Belum ada komentar.