Mendukbangga Wihaji Kuliah Umum di UIN Bandung, Soroti Peran Keluarga dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045


[Mendukbangga Wihaji Kuliah Umum di UIN Bandung]

SuaraGarut.id – Sebanyak 2.000 peserta mengikuti kuliah umum bertema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (09/04/2026). Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, Penyuluh KB, serta mitra kerja aktif Program Bangga Kencana.

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, sebagai pembicara utama dan dilaksanakan secara hybrid di Aula Anwar Musaddad.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid, menegaskan pentingnya kajian hukum keluarga dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat. Ia menilai penguatan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga sangat relevan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di fakultas tersebut.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan bahwa isu kependudukan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an. Ia menilai aspek keluarga dan kependudukan menjadi bagian penting dalam ajaran Islam yang menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan kehidupan manusia. Ia juga menyatakan kesiapan kampus untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Wihaji menegaskan komitmen kementeriannya dalam mendukung program prioritas nasional.

“Kemendukbangga siap membantu 8 program prioritas Presiden dan fokus pada penanganan serta isu strategis Kemendukbangga untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.”

Ia menjelaskan bahwa terdapat 74.092.313 keluarga di Indonesia yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk disejahterakan melalui berbagai program, seperti penguatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penguatan kepemimpinan, hingga layanan keluarga berbasis hukum dan nilai keagamaan.

Selain itu, Wihaji juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi secara optimal. Ia mengingatkan bahwa tanpa strategi yang tepat, tingginya jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Bonus Demografi dan tantangan kependudukan harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong inovasi teknologi. Tanpa strategi ini, melimpahnya penduduk usia produktif berisiko memicu pengangguran tinggi dan bencana ekonomi.”

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan kependudukan dan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka