Rupiah Melemah Picu Kenaikan Harga Cabai dan Bawang di Pangandaran, Sejumlah Komoditas Mulai Terkerek Naik


[Harga bahan pokok alami kenaikan usai dolar naik/Diskominfo Garut]

SuaraGarut.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan dan Industri Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan bahwa kenaikan harga beberapa bahan pokok sudah terjadi sejak pekan lalu.

"Ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi sejak pekan lalu," ujar Tedi, melansir dari pikiran-rakyat.com.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai keriting yang naik dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, cabai rawit dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, serta cabai hijau dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Selain itu, bawang merah juga naik dari Rp43.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, dan daging ayam broiler dari Rp39.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

"Memang ada kenaikan harga, tapi belum signifikan dan stok pun masih tersedia. Hanya saja stok nya mulai berkurang, tidak seperti sebelum-sebelumnya," ujar Tedi.

Pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp17.600 per dolar AS juga menjadi sorotan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata. Ia menilai kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

“Rakyat desa memang tidak memakai dolar, tetapi setiap kenaikan kurs terasa di harga sembako dan biaya hidup. Negara harus hadir menjaga stabilitas ekonomi rakyat sampai ke desa,” kata Ida.

Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga menekan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor, termasuk industri makanan dan kebutuhan pokok.

"Kenaikan biaya impor dan distribusi berpotensi menekan pelaku UMKM, koperasi, serta rantai distribusi pangan yang menjadi tulang punggung ekonomi desa," ujarnya.

Ida menegaskan pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi pelaku usaha kecil agar tidak semakin terbebani oleh kondisi global.

"Negara tidak boleh berdiam diri di tengah situasi semacam ini," kata dia menegaskan.

Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor sejumlah komoditas pangan strategis seperti gandum, kedelai, bawang putih, susu, hingga gula industri yang masih sangat tinggi.

Menurutnya, pelemahan rupiah akan langsung berdampak pada kenaikan biaya pengadaan komoditas tersebut, terutama di tengah tekanan global dan naiknya biaya logistik internasional.

“Ketika rupiah melemah tajam, biaya pengadaan semua komoditas itu langsung membengkak dalam hitungan hari,” pungkasnya.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka