- Oleh Redaksi
- 20, Mar 2026
SuaraGarut.id – Arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Garut pasca berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 terpantau ramai namun tetap lancar dan terkendali. Kondisi ini berdasarkan laporan resmi Satuan Lalu Lintas Polres Garut pada Kamis (26/3/2026) pukul 13.00 WIB dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menyampaikan bahwa secara umum pergerakan kendaraan di jalur utama Kabupaten Garut masih cukup padat, tetapi tidak mengalami hambatan berarti.
Di jalur Limbangan, arus kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya terpantau ramai lancar dengan kecepatan berkisar 50 hingga 60 km/jam. Sementara itu, dari arah Tasikmalaya menuju Bandung, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan antara 55 hingga 65 km/jam.
Kondisi serupa juga terlihat di jalur Malangbong, di mana arus lalu lintas dari kedua arah tetap ramai namun bergerak stabil dengan kecepatan rata-rata 40 hingga 50 km/jam.
Untuk jalur Kadungora hingga Tarogong, termasuk Jalan KH Anwar Musaddad, arus kendaraan dari dua arah terpantau stabil dengan kecepatan berkisar 40 sampai 50 km/jam.
Di wilayah Cilawu, arus lalu lintas juga terpantau normal dan lancar, baik dari arah Garut menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya, dengan kecepatan kendaraan yang relatif stabil di kisaran 40 hingga 50 km/jam.
AKP Luky Martono menegaskan bahwa meskipun Operasi Ketupat telah berakhir, pihaknya tetap melaksanakan KRYD guna menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya.
Polres Garut pun mengimbau para pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kondisi arus yang terkendali, diharapkan aktivitas masyarakat di Kabupaten Garut dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.
Belum ada komentar.