Pemkab Garut Gelar Baksos KB, Wakil Bupati Dorong Pengendalian Penduduk Lewat MOW


[Foto bersama usai baksos]

SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) pelayanan keluarga berencana (KB) dengan menyasar puluhan akseptor dari berbagai kecamatan yang diselenggarakan di Klinik Bunda Alya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi sekaligus mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut salah satunya menghadirkan layanan Medis Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi, yakni metode KB permanen bagi perempuan. Menurutnya, program ini diperuntukkan bagi ibu-ibu yang telah memiliki cukup anak dan berada pada usia rentan untuk hamil.

1001468186.jpg

“Ini dalam rangka MOW, Medis Operasi Wanita, atau tubektomi. Jadi istilahnya ‘tutup pabrik’ bagi ibu-ibu yang mungkin usianya sudah masuk kategori rentan hamil dan jumlah anaknya sudah banyak. Ini bagian dari program KB permanen,” ujar Putri Karlina, Sabtu 25 April 2026.

Ia menegaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah pengendalian penduduk agar keluarga dapat memberikan pengasuhan dan pendidikan yang lebih optimal kepada anak-anaknya.

“Kalau kita lihat, banyak ibu yang anaknya sudah tiga bahkan sampai enam. Kalau terus bertambah, tentu menjadi beban tersendiri. Kita ingin ada pengendalian penduduk, supaya orang tua bisa fokus membesarkan anak dengan baik, dari sisi pendidikan maupun pengasuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, didampingi Kepala Bidang KB, Irna Susanti, menjelaskan bahwa kegiatan baksos kali ini menargetkan sekitar 60 akseptor KB.

“Untuk kegiatan baksos kali ini, kami menargetkan sekitar 60 akseptor KB. Prioritas diberikan kepada pasangan usia subur yang berada pada desil 1 hingga 5, atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah,” ujar Yayan.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta KB, tetapi juga sebagai upaya pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga. Selain itu, layanan KB yang diberikan dalam kegiatan ini juga mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta pendampingan medis yang memadai bagi para akseptor.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka