- Oleh Redaksi
- 02, Apr 2026
SuaraGarut.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu, 12 April 2026, di favehotel Garut. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan partai ke depan.
Ketua Panitia Muscab yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Garut, Luqi Sa'adilah Farindani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab ini merupakan bagian dari agenda resmi partai sesuai arahan DPP melalui DPW.
Ia menegaskan bahwa forum Muscab tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan strategi politik ke depan.
“Hari ini sesuai dengan arahan dan jadwal yang telah ditetapkan oleh DPP-PKB melalui DPW, DPC PKB Kabupaten Garut melaksanakan muscab untuk mengkonsolidasikan rumusan-rumusan strategis sekaligus juga melakukan evaluasi kaitan dengan kepengurusan sebelumnya,” ujarnya.
Luqi menambahkan, hasil Muscab akan menjadi mandat penting bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
“Nah ke depan hasil dari muscab ini akan menjadi mandat dan menjadi catatan strategis untuk pengurus yang akan menjalankan di periode yang akan datang,” katanya.
Dalam proses penjaringan calon ketua DPC, PKB menggunakan dua mekanisme, yakni melalui rekomendasi DPP serta aspirasi yang berkembang di forum Muscab. Dari hasil sidang, ditetapkan lima kandidat yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Kelima nama tersebut terdiri dari empat kandidat usulan DPP, yakni H. Aceng Malki (anggota DPRD Provinsi), Cecep Ginanjar (Sekretaris DPC PKB), H. Subhan Fahmi (Wakil Ketua DPRD), serta Luqi Sa'adilah Farindani (Ketua Frkasi PKB). Sementara satu kandidat lainnya, Raden H. Muhammad Romli, diusulkan melalui forum PAC.
“Ya tadi sesuai dengan mekanisme yang disediakan oleh DPP dan rapat forum tadi bahwa ada yang melalui mekanisme DPP, ada yang melalui mekanisme usulan. berarti ada lima dan semua telah ditetapkan dan diputuskan, disetujui oleh semua peserta musyawarah,” jelasnya.
Selanjutnya, kelima kandidat tersebut akan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang melibatkan tim profesional, termasuk dari Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Hasil akhir nantinya akan ditetapkan oleh DPP PKB.
“Yang pertama nanti setelah ditetapkan lima kandidat ini, kita melalui proses UKK Uji kelayakan dan kepatutan. Bekerjasama dengan tim psikolog UI, tim leadership dari UGM, kemudian nanti baru hasil akhirnya DPP yang merumuskan dan menetapkan,” ujarnya.
Terkait jadwal penetapan, Luqi menyebutkan bahwa proses masih berjalan dan menunggu keputusan lebih lanjut dari DPP. Namun, ia memastikan pelantikan kepengurusan baru ditargetkan berlangsung serentak pada awal Juni 2026.
Selain membahas kepemimpinan, Muscab juga menetapkan target politik PKB Garut ke depan. Partai menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Garut pada Pemilu 2029.
“Di target di 2029, PKB Kabupaten Garut insya Allah menargetkan 10 kursi untuk pemenangan dan itu juga bukan sesuatu yang tidak terukur karena kita sudah merapikan sekitar 700-800 kursi PAC,” ungkapnya.
Saat ini, PKB Garut memiliki delapan kursi di DPRD, sejajar dengan Partai Golkar, meski terdapat selisih perolehan suara.
Dengan hasil Muscab ini, PKB Garut optimistis mampu memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan daya saing politik dalam menghadapi kontestasi mendatang.
Belum ada komentar.