- Oleh Redaksi
- 04, Jul 2026
SuaraGarut.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali membuka Program Beasiswa "Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana" Tahun Anggaran 2026. Program ini diperuntukkan bagi desa dan kelurahan yang belum mengisi kuota penerima beasiswa pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Garut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Pelaksanaan program tetap mengacu pada Peraturan Bupati Garut Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat serta Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEP.373-KESRA/2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Penerima Program Beasiswa Satu Desa atau Kelurahan Satu Sarjana.
Pada pelaksanaan tahun 2025, dari total 442 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut, sebanyak 333 desa dan kelurahan telah mengisi formasi penerima beasiswa. Dengan demikian, masih terdapat 109 desa dan kelurahan yang akan menjadi sasaran penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Pemerintah Kabupaten Garut telah menyusun tahapan pelaksanaan program tersebut. Sosialisasi kepada kecamatan dan pemerintah desa/kelurahan berlangsung pada 6–10 Juli 2026, dilanjutkan dengan pengumuman di tingkat desa dan kelurahan pada 13–14 Juli 2026.
Pendaftaran calon peserta dibuka pada 15–20 Juli 2026, dengan perpanjangan pendaftaran pada 21–22 Juli apabila masih diperlukan. Selanjutnya, seleksi administrasi dan wawancara tingkat desa atau kelurahan dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juli, disertai pengumuman hasil seleksi.
Tahapan berikutnya meliputi masa sanggah pada 27 Juli, pengusulan peserta dari desa dan kelurahan ke tingkat kabupaten pada 28–31 Juli, validasi oleh Tim Teknis pada 3–5 Agustus, hingga penetapan penerima melalui Keputusan Bupati pada 6 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 16 perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Garut dengan puluhan pilihan program studi dari berbagai bidang, mulai dari teknik, teknologi informasi, pendidikan, kesehatan, hukum, administrasi publik, pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi, hingga program studi berbasis syariah.
Beberapa perguruan tinggi yang berpartisipasi di antaranya Universitas Garut, Institut Teknologi Garut, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), STIKES YPSDMI, Sekolah Tinggi Hukum Garut, STIE Yasa Anggana, STAI Al Musaddadiyah, Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA), STISIP Samudera Indonesia Selatan, serta sejumlah perguruan tinggi Islam lainnya di Kabupaten Garut.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap seluruh desa dan kelurahan memiliki minimal satu penerima beasiswa sehingga pemerataan akses pendidikan tinggi dapat terus ditingkatkan sekaligus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.***
Belum ada komentar.