Beranda Percepatan Penurunan Stunting Garut, Aceng Malki Tekankan Akurasi Data dan Pencegahan Kasus Baru

Percepatan Penurunan Stunting Garut, Aceng Malki Tekankan Akurasi Data dan Pencegahan Kasus Baru

Oleh, Redaksi
3 minggu yang lalu - waktu baca 2 menit
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki

SuaraGarut.id – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki, menaruh perhatian serius terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Garut. Meski mengapresiasi capaian pemerintah daerah yang menunjukkan tren penurunan signifikan, ia menilai masih diperlukan penguatan strategi agar target nasional prevalensi stunting 14 persen dapat tercapai secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Aceng Malki usai mengikuti diskusi panel di Radio Intan Garut. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sejumlah langkah teknis yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Garut.

Pertama, ia menyoroti pentingnya sinkronisasi dan validasi data stunting by name by address. Menurutnya, perbedaan data antara hasil survei dan kondisi lapangan berpotensi membuat intervensi gizi tidak tepat sasaran, khususnya bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan pendampingan intensif.

Kedua, Aceng Malki mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan kasus stunting yang sudah ada, tetapi juga serius mencegah munculnya kasus stunting baru (new stunting). Upaya pencegahan tersebut mencakup edukasi berkelanjutan kepada ibu hamil, pemenuhan gizi seimbang, serta pengawasan terhadap sanitasi lingkungan.

Ketiga, ia menilai persoalan stunting merupakan isu lintas sektor yang tidak bisa diselesaikan hanya dari aspek gizi. Perbaikan infrastruktur dasar seperti akses air bersih, sanitasi layak, serta penguatan peran Posyandu harus dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Keempat, sebagai anggota Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat, Aceng Malki menyatakan komitmennya untuk mendorong dukungan kebijakan dan penguatan anggaran di tingkat provinsi guna memastikan program penurunan stunting di daerah berjalan optimal.

Berdasarkan data DPPKBPPPA Kabupaten Garut, prevalensi stunting di daerah tersebut tercatat mengalami penurunan signifikan, dari 35,2 persen pada tahun 2021 menjadi 14,2 persen pada tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Garut sendiri terus mengandalkan program inovatif TOSS (Temukan, Obati, Sayangi Stunting) sebagai strategi utama percepatan penurunan stunting di lapangan.

Aceng Malki berharap capaian tersebut dapat terus dijaga melalui pengawasan lapangan yang konsisten serta sinergi lintas sektor yang semakin kuat demi meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Garut.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.