- Oleh Redaksi
- 07, Apr 2026
SuaraGarut.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan penanganan medis secara intensif terhadap warga yang terpapar campak sejak Januari hingga April 2026 hingga dinyatakan sembuh.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, mengungkapkan total kasus yang tercatat mencapai 102 orang, dengan sebagian di antaranya masih menjalani perawatan.
"102 orang total kasus, yang masih dirawat sekitar 60 orang," kata Yodi saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, salah satunya melalui program imunisasi campak secara serentak dengan target sekitar 165 ribu anak.
Selain upaya imunisasi, Dinkes juga bergerak cepat dalam menangani pasien yang terkonfirmasi berdasarkan data dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.
Meski sebagian besar pasien telah sembuh, masih terdapat puluhan warga yang harus menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.
"60 orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit," katanya.
Kemunculan kasus campak dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut untuk melakukan langkah pencegahan secara masif agar penyebarannya tidak meluas.
Kasus-kasus tersebut terdeteksi dari laporan puskesmas yang menemukan pasien dengan gejala khas campak. Petugas kesehatan kemudian melakukan penanganan intensif, termasuk menyiapkan ruang khusus guna mencegah penularan.
"Selain penanganan intensif, kami juga melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization), imunisasi ini penting agar anak-anak memiliki kekebalan tubuh dan tidak mudah tertular campak," kata Yodi.
Selain Dinkes, Polres Garut turut berperan dalam upaya pencegahan dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan imunisasi di masyarakat.
Kepala Seksi Humas Polres Garut, Susilo Adhi, menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian juga bertujuan memberikan rasa aman selama kegiatan berlangsung.
"Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk pendampingan, sekaligus memberikan rasa aman, sehingga pelaksanaan imunisasi dapat berjalan optimal," kata Susilo.
Belum ada komentar.