- Oleh Redaksi
- 08, Jul 2026
SuaraGarut.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Upaya ini dilakukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat apabila terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan seluruh kecamatan di Kabupaten Garut memiliki potensi terdampak kekeringan dengan tingkat risiko sedang.
"Risiko bencana kekeringan secara keseluruhan sebanyak 42 kecamatan di Kabupaten Garut berada pada kelas risiko sedang karena seluruh wilayah memiliki potensi terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh, melansir dari Antara
Menurut Aah, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat serta prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Garut telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dari hasil kajian risiko, terdapat 10 kecamatan yang menjadi prioritas dalam penanganan ancaman kekeringan, yakni Kecamatan Mekarmukti, Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Pameungpeuk, Pamulihan, Cibalong, Bungbulang, Bayongbong, dan Cigedug.
"Berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Garut terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan bencana kekeringan," katanya.
Selain kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pemetaan, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Banjarwangi, Balubur Limbangan, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cigedug, Cihurip, Cikajang, Cisewu, Cisompet, Malangbong, Talegong, dan Tarogong Kaler.
Aah menyebut Kabupaten Garut termasuk daerah dengan tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau sehingga diperlukan kesiapsiagaan dari seluruh pihak.
"Risiko kebakaran hutan dan lahan secara keseluruhan Kabupaten Garut masuk dalam kategori risiko tinggi, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan," katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara hemat, memperbaiki saluran air yang bocor, menyediakan tempat penampungan air, serta memanfaatkan sumur resapan sebagai upaya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Sementara bagi para petani, masyarakat diharapkan menerapkan sistem irigasi secara efisien dan memilih komoditas pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi minim air guna mengurangi risiko gagal panen.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok di kawasan kering.
"Jika terjadi kebakaran atau indikasi kemunculan titik api segera laporkan kepada aparat desa setempat atau BPBD Kabupaten Garut," katanya.***
Sumber https://jabar.antaranews.com/berita/698691/bpbd-garut-petakan-daerah-rawan-kekeringan-dan-kebakaran-lahan-hutan
Belum ada komentar.