Yuda Puja Turnawan Tegaskan Core Value ASN sebagai Pelayan Publik, Dinas Harus Turun Langsung Saat Bencana


[Yuda Puja Turnawan Soroti Longsor di Cimuncang, Minta PUPR Segera Bertindak]

SuaraGarut.id – Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Kabupaten Garut setelah hujan deras mengguyur pada Sabtu sore, 4 April 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan tujuh titik longsor di Kampung Cihandeuleum, RW 07, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota.

Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mengungkapkan bahwa longsor terjadi di sejumlah titik strategis, termasuk akses jalan penghubung antarwilayah serta di area permukiman warga.

Ia menjelaskan, tiga titik longsor terjadi di jalan yang menghubungkan Kampung Cihandeuleum dengan Kampung Datar dan Kampung Panawar di Kelurahan Sukanegla. Sementara itu, empat titik lainnya berada di sekitar permukiman warga.

Salah satu kejadian paling terdampak dialami oleh seorang warga bernama Ibu Imas, yang rumahnya tertimpa longsoran tanah hingga mengalami kerusakan di bagian belakang bangunan, termasuk dinding dan atap yang jebol.

Selain itu, tiga titik longsor lainnya yang berada di tengah permukiman dinilai cukup berbahaya karena berpotensi mengancam dua rumah warga jika tidak segera dilakukan penanganan.

Yuda mengapresiasi kekompakan warga yang dengan sigap melakukan penanganan awal secara gotong royong. Sebanyak 165 kepala keluarga di Kampung Cihandeuleum bahu-membahu membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan.

Proses pembersihan dilakukan sejak Sabtu malam hingga dini hari Minggu, 5 April 2026, sehingga akses jalan yang sempat tertutup kini sudah kembali dapat dilalui. Warga juga turut membantu memperbaiki rumah milik Ibu Imas secara swadaya.

“Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas kokohnya gotong royong warga Kampung Cihandeuleum Kelurahan Cimuncang,” ujar Yuda.

Pada Minggu, 5 April 2026, Yuda bersama sejumlah pihak terkait meninjau langsung lokasi terdampak. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi perwakilan BPBD Garut, Tagana Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, lurah Cimuncang, serta Ketua RW setempat.

Dalam kesempatan itu, Yuda juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan uang kepada Ibu Imas sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.

Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), segera melakukan kajian teknis terhadap tujuh titik longsor tersebut.

Menurutnya, penanganan cepat sangat diperlukan, terutama pada titik longsor yang berada di tengah permukiman karena berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih luas jika tidak segera direhabilitasi.

“Kalau tidak segera direhabilitasi, dikhawatirkan akan banyak rumah yang amblas atau tertimpa longsoran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran langsung aparatur sipil negara (ASN) di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Menurutnya, peran aktif perangkat daerah sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan dan penanganan cepat kepada masyarakat.

Yuda menegaskan bahwa ASN sebagai pelayan publik harus hadir di lapangan, bukan hanya mengandalkan petugas dengan status terbatas.

“ASN harus berada di tengah-tengah warga ketika terjadi bencana hidrometeorologi seperti ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar penanganan bencana tidak hanya dibebankan kepada tenaga dengan keterbatasan kesejahteraan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.

Dengan kondisi wilayah Cimuncang yang merupakan kawasan kelurahan di pusat perkotaan, Yuda menilai perhatian terhadap infrastruktur dan mitigasi bencana harus menjadi prioritas pemerintah daerah.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka