174 Calon Jemaah Haji Garut Ikuti Manasik Terintegrasi, Kanwil Kemenhaj Jabar Pastikan Kesiapan 100 Persen


[Foto bersama manasik Haji Kemenhaj Garut]

SuaraGarut.id – Sebanyak 174 calon jemaah haji asal Kabupaten Garut mengikuti kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di Gedung Pendopo, serta menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hary Novian sebagai narasumber.

Boy Hary Novian menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji asal Jawa Barat tahun ini mencapai 29.643 orang yang akan diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Bekasi dan Indramayu.

“Jemaah Jawa Barat tahun ini sebanyak 29.643 orang. Kita berangkatkan dari Embarkasi Bekasi sekitar 12 ribu dengan 28 kloter, dan Indramayu sekitar 17 ribu dengan 40 kloter,” ujarnya didampingi Kepala Kemenhaj Kabupaten Garut H. Indra Azwar Mawardi, Minggu 12 April 2026.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 38.723 jemaah. Penyesuaian kuota ini, kata dia, merupakan kebijakan nasional untuk menciptakan asas keadilan bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.

“Sekarang penghitungan kuota berdasarkan daftar tunggu, sehingga masa tunggu di seluruh Indonesia menjadi sama, yaitu sekitar 26 tahun. Ini untuk menghilangkan kesenjangan yang sebelumnya cukup jauh antar daerah,” jelasnya.

Boy memastikan, seluruh persiapan pemberangkatan jemaah haji Jawa Barat tahun ini telah mencapai 100 persen, baik dari sisi dokumen, visa, maupun kesiapan asrama haji.

“Alhamdulillah kesiapan sudah 100 persen. Dokumen dan visa sudah selesai semua. Asrama haji juga sudah siap menerima jemaah mulai tanggal 21, sekitar sembilan hari ke depan,” katanya.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga telah dilakukan secara intensif, mulai dari Bea Cukai, Imigrasi, otoritas bandara, hingga pihak maskapai.

“Kami sudah rapat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder, semuanya siap dalam menerima dan melayani jemaah di embarkasi,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan manasik di Garut, Boy menyebut kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan calon jemaah haji agar siap secara fisik, mental, dan pengetahuan.

“Ini adalah Bimbingan Manasik Terintegrasi. Jadi tidak hanya teori, tapi melibatkan ketua kloter, perangkat kloter, tenaga medis, serta Dinas Kesehatan. Semua memberikan pembekalan agar jemaah memahami apa yang harus dilakukan saat di Tanah Suci,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan adanya kebijakan prioritas bagi jemaah lanjut usia (lansia), di mana kuota sebesar 1 persen diberikan kepada jemaah tertua.

“Untuk Jawa Barat, saat ini prioritas lansia itu di atas usia 80 tahun. Mereka yang masuk kriteria akan didahulukan berangkat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait batas usia, Boy mengungkapkan adanya aturan baru yang memungkinkan calon jemaah haji berusia minimal 13 tahun untuk berangkat, khususnya dalam kondisi pelimpahan porsi dari orang tua.

“Jika orang tua yang sudah mendaftar tidak bisa berangkat, misalnya meninggal dunia, maka porsi bisa dilimpahkan kepada anaknya, bahkan jika usianya masih 13 tahun,” ujarnya.

Kegiatan manasik haji di Garut ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan para calon jemaah, sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan sesuai tuntunan.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka