- Oleh Redaksi
- 19, May 2026
SuaraGarut.id - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, S. Fahmi yang juga Bendahara DPC PKB Kabupaten Garut mengaku bila dirinya bersama seluruh pengurus partai lainnya menaruh perhatian soal kekerasan seksual yang terjadi di Pesantren. Fahmi ingin memastikan, sebagai lembaga pendidikan keagamaan tertua di Indonesia, Pesantren menajdi tempat yang aman untuk generasi muda Indonesia.
Fahmi mengaku khawatir dengan berbagai kasus kekerasan seksual yang akhir-akhir ini terjadi di lembaga pesantren.
"Gerakan ini ingin memastikan bahwa Pesantren betul betul menjadi lembaga pendidikan yang aman. Sehingga orang tua yang menitipkan anaknya ngobong (sebutan bagi siswa yang mondok) juga merasa aman," kata Fahmi, ditemui disela-sela reses anggota DPRD Garut. Rabu, 20/5/2026.
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar sudah menginstruksikan kepada seluruh DPW dan DPC untuk melaksanakan kegiatan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual. Gus Muhaimin ingin memastikan mana pesantren yang betul - betul mendedikasikan dirinya untuk kemaslahan bangsa, mana pesantren abal-abal.
Pesantren Abal-abal, kata Fahmi merujuk kepada pesantren yang justru keberadaannya mencoreng nama baik pesantren bahkan daerah.
"Kita juga sebenarnya banyak menemukan pesantren yang tidak layak. Mereka menggunakan nama pesantren untuk kepentingan tertentu," ujar Fahmi.
Fahmi juga sudah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat yang juga memiliki visi yang sama soal bagaimana pesantren masa depan.
"Kita sebetulnya sudah menyaksikan banyak pesantren yang tidak hanya mengajarkan kitab-kitab klasik. Tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu lain sebagai respon atas perkembangan zaman. Misalnya AI bahkan robotik," ungkapnya.
Oleh karenanya, Peristiwa yang akhir akhir ini banyak mencoreng nama pesantren, disikapi betul oleh DPP PKB. Tidak terkecuali juga oleh DPC PKB Kabupaten Garut.
"Tidak lama lagi kita akan melakukan saresehan, maupun forum yang lebih resmi terkait soal ini. Kita ingin mempetakan persoalan sekaligus road map serta pegangan untuk PKB dan jiga untuk pesantren," ujarnya.
Sebagai partai yang menjadikan Pesantren sebagai basis pejuangan politiknya, PKB menurut Fahmi tidak akan surut untuk senantiasa berbicara kepentingan pesantren. Meskipun tidak menutup diri dari persoalan persoalan. Semuanya demi kepentingan dan kemajuan pendidikan keagamaan.
"Pesantren yang didirikan dengan niat baik jangan sampai dikotori oleh perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam bahasa ketum itu Pesantren Abal abal," kata Fahmi.
Belum ada komentar.