Napak Tilas Jejak Sang Kakek, Ibu dan Anak asal Belanda Datangi Garut


[Perjalanan penuh haru dilakukan Carla Coppoolse dan putranya, Rubben, yang datang dari Belanda untuk menelusuri jejak sang ayah sekaligus kakek mereka di Indonesia./Ary Maulanakarang Kompas]

SuaraGarut.id - Perjalanan penuh haru dilakukan Carla Coppoolse (68) dan putranya, Jaccobus Uyterlinde (33), yang datang dari Belanda ke Indonesia untuk menelusuri jejak sang ayah sekaligus kakek mereka, Jaccobus Coppoolse. Sang kakek diketahui pernah menjalani wajib militer dan bertugas di Indonesia pada rentang 1948 hingga 1950.

Berbekal foto-foto lama, peta tua, serta catatan peninggalan keluarga, Carla dan Jacob atau yang akrab disapa Rubben melakukan perjalanan backpacker selama 17 hari di Indonesia tanpa pemandu wisata khusus.

Selasa (12/5/2026), keduanya tiba di Garut untuk mencari lokasi dalam foto lama yang menampilkan hamparan sawah dengan latar pegunungan. Di Garut, mereka didampingi budayawan lokal, Asep Maher, yang membantu menelusuri sejumlah lokasi peninggalan Belanda dan titik yang diduga pernah didatangi sang kakek.

“Saya diminta teman untuk menemani dua warga Belanda ini mencari tempat-tempat yang dulu didatangi kakeknya,” jelas Asep Maher saat ditemui di Stasiun Garut Kota, Rabu (13/5/2026).

Asep kemudian membawa Carla dan Rubben ke Stasiun Leles setelah melihat petunjuk dalam foto lama bertuliskan “Leles” dengan latar Gunung Guntur.

“Di Stasiun Leles, di arah barat kita bisa lihat Gunung Guntur dengan jelas, meski fotonya tidak diambil di stasiun, tapi dipastikan gunung yang melatari foto tersebut adalah Gunung Guntur,” jelas Asep.

Rubben mengaku senang karena akhirnya bisa melihat langsung lokasi yang pernah dikunjungi kakeknya puluhan tahun lalu, meski kondisi wilayah kini telah banyak berubah.

“Saya puas, senang bisa melihat jejak kakek saya dari tempat yang didatanginya,” katanya.

Sebelum tiba di Garut, mereka juga sempat mengunjungi Sukaraja, Tasikmalaya, dan berhasil menemukan keluarga dari warga lokal yang pernah berfoto bersama sang kakek pada masa lampau.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman emosional bagi Carla dan putranya karena membuat mereka merasa lebih dekat dengan sosok ayah dan kakek mereka yang telah lama meninggal dunia.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka