Perjalanan 17 Hari di Indonesia Jadi Momen Haru Ibu dan Anak asal Belanda


[Dari Belanda ke Garut, Carla dan putranya Rubben menempuh perjalanan 17 hari di Indonesia untuk napak tilas jejak sang ayah dan kakek yang pernah bertugas di Nusantara pada 1948-1950/IST]

SuaraGarut.id - Carla Coppoolse (68) bersama putranya, Jaccobus Uyterlinde atau Rubben (33), menjalani perjalanan emosional di Indonesia selama 17 hari untuk menelusuri kisah masa lalu keluarga mereka.

Keduanya datang dari Belanda dengan membawa foto-foto tua, peta lawas, dan catatan kecil peninggalan ayah Carla yang pernah bertugas di Indonesia sebagai tentara pada tahun 1948 hingga 1950.

IMG-20260514-WA0007.jpg

Tanpa didampingi pemandu khusus, Carla dan Rubben memilih melakukan perjalanan secara backpacker menggunakan kereta dan bus untuk mendatangi kota-kota yang tercantum dalam peta tua sang ayah.

“Saya bersyukur, selama perjalanan bertemu dengan orang-orang baik yang membantu mencarikan tempat yang kita cari, begitu kita perlihatkan foto, mereka langsung bertanya ke teman-temannya dan langsung dapat petunjuk,” katanya.

Bagi Carla, perjalanan ke Indonesia bukan sekadar wisata biasa, melainkan perjalanan penuh makna yang membuat dirinya merasa kembali dekat dengan sosok ayahnya.

IMG-20260514-WA0009.jpg

“Saya jadi mengenal orangtua saya lebih dari tempat yang didatanginya, dari tempat-tempat yang disukainya,” katanya.

Selama di Indonesia, Carla mengaku banyak mendengar cerita tentang keramahan masyarakat, keindahan alam, hingga makanan khas Indonesia dari ayahnya. Namun, sang ayah tidak pernah menceritakan pengalaman perang yang pernah dialaminya.

Setelah mengunjungi langsung sejumlah tempat di Indonesia, Carla akhirnya memahami alasan ayahnya begitu mencintai Indonesia semasa hidupnya.

“Saya senang, disini saya dipertemukan dengan orang-orang baik, mereka sangat membantu saya menemukan tempat-tempat yang didatangi orangtua saya,” katanya.

Menjelang akhir perjalanan napak tilas tersebut, Carla mengaku merasakan pengalaman spiritual yang sangat mendalam saat melihat kembali tempat-tempat yang pernah dikunjungi ayahnya puluhan tahun silam.

“Seperti perjalanan suci, saya sangat bersyukur, mungkin ini hanya perjalanan yang hanya bisa dilakukan sekali dalam hidup saya,” katanya penuh haru.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka