- Oleh Redaksi
- 22, Apr 2026
SuaraGarut.id - Perekonomian Jawa Barat menunjukkan kinerja positif pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jabar tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa salah satu faktor yang mendorong pergerakan ekonomi daerah adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan jumlah penduduk yang besar, pelaksanaan program tersebut di Jawa Barat menjadi yang terbesar secara nasional dan memberikan dampak luas terhadap aktivitas ekonomi.
"Dan juga bagaimana MBG yang notabene Jawa Barat kan jumlahnya besar, ya, itu otomatis juga MBG-nya besar dan ini ikut memutar gerak ekonomi di Jawa Barat ini. Termasuk dari tenaga kerjaannya juga," ujar Margaretha melansir dari pikiran-rakyat.com.
Ia menjelaskan bahwa program MBG masuk dalam kategori penyediaan makan dan minum yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan turut mendorong sektor lain seperti pertanian dan penyerapan tenaga kerja.
"Jadi karena dia masuk kategori penyediaan makan minum, otomatis itu menarik apa share-nya besar dan makan minum membutuhkan suplai dari pertanian dan lain-lain. Ini akan ketarik semua. Dan juga menyerap tenaga kerja," jelasnya lebih lanjut.
Seiring pertumbuhan tersebut, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Margaretha menilai adanya korelasi antara meningkatnya pertumbuhan ekonomi dengan penurunan angka pengangguran di Jawa Barat.
"Kita bisa cukup optimis dengan situasi di Jawa Barat. Cuma yang terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan meningkat ya, dan juga pengangguran turun. Ini selaras mungkin dengan semua upaya-upaya yang dilakukan semua pihak agar ekonomi di Jawa Barat dengan segala situasi yang ada secara global juga tetap bisa terus berjalan," kata Margaretha.
Dari sisi sektoral, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,34 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh tingginya konsumsi masyarakat, maraknya kegiatan atau event, serta meningkatnya permintaan jasa boga.
Selain itu, sektor jasa perusahaan tumbuh 15,55 persen dan jasa lainnya 15,53 persen. Sektor transportasi dan pergudangan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 14,58 persen.
Sementara sektor utama lainnya tetap tumbuh stabil, di antaranya pertanian sebesar 4,19 persen, konstruksi 4,11 persen, industri pengolahan 3,99 persen, serta perdagangan sebesar 3,06 persen.
Secara keseluruhan, capaian ini menempatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di level 5,61 persen pada periode yang sama.
Sumber Pikiran-rakyat.com
Belum ada komentar.