- Oleh Redaksi
- 31, Mar 2026
SuaraGarut.id – Upaya memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA). Salah satunya melalui kegiatan bertajuk Forum Anak Daerah (FAD) Goes to School yang digelar di SMP Negeri 3 Bayongbong, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Sub Kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak di tingkat kabupaten/kota, dengan melibatkan puluhan siswa sebagai peserta.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Linlin, mengatakan bahwa program FAD Goes to School merupakan langkah strategis untuk mendekatkan Forum Anak dengan pelajar sekaligus memberikan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah.

“Kegiatan FAD Goes to School merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan Forum Anak kepada teman-teman seusia di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi sarana edukasi, sosialisasi, dan kampanye positif terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ujar Linlin.
Ia menegaskan, sekolah memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter serta lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter, membangun pertemanan yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua anak,” jelasnya.
Namun demikian, Linlin mengakui masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di lingkungan sekolah, seperti perundungan, kekerasan, hingga penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.
“Namun kita juga menyadari bahwa di lingkungan sekolah masih terdapat berbagai tantangan, seperti perundungan (bullying), kekerasan, maupun penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kita ingin mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas dari kekerasan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga didorong untuk berperan aktif melalui Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P), baik dalam memberikan contoh perilaku positif maupun berani melaporkan hal-hal yang melanggar hak anak.
“Melalui Forum Anak, kalian semua memiliki peran penting sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor, jadilah contoh dalam bersikap baik, saling menghargai, dan menjauhi perilaku negatif. Sebagai pelapor, jangan takut untuk menyampaikan apabila melihat atau mengalami hal yang tidak sesuai dengan hak anak,” tambah Linlin.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban mereka, serta mendorong keberanian untuk menyampaikan pendapat dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut Linlin, akan terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan Forum Anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik dapat lebih memahami hak dan kewajiban sebagai anak, berani menyuarakan pendapat, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan siswa, dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan berbagai pihak terkait. Diharapkan, program ini dapat memberikan dampak positif serta menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak di Kabupaten Garut.***
Belum ada komentar.