- Oleh Redaksi
- 19, Jun 2026
SuaraGarut.id – Puncak peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Kabupaten Garut menjadi momentum penguatan peran organisasi perempuan Islam tersebut dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan dakwah kemanusiaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kecamatan Cilawu, Senin (22/6/2026), dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi terhadap kiprah panjang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang dinilai konsisten menghadirkan dakwah melalui kerja nyata, terutama di sektor pendidikan. Menurutnya, gerakan dakwah yang dibangun Muhammadiyah tidak hanya berlangsung di atas mimbar, tetapi diwujudkan melalui pengembangan sistem pendidikan yang menjangkau masyarakat luas.
"Nah ini yang paling keren adalah pemahaman dakwah itu bukan mimbar. Muhammadiyah memahami dakwah itu bahwa manusia warga Indonesia harus mendapat lentera atau cahayanya matahari. Karena harus mendapatkan lentera dan cahayanya matahari, maka lentera itu harus tumbuh dalam sistem nilai pendidikan yang berkembang dari mulai pelosok desa sampai pusat kota. Maka gerakan dakwah Muhammadiyah adalah gerakan menghilangkan kebutaan," ujar Dedi Mulyadi.
Ia menilai, sejak masa sebelum kemerdekaan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah mengambil peran penting dalam membangun pendidikan formal modern di Indonesia. Dari gerakan pendidikan itu, lahir berbagai tokoh yang berkiprah di bidang pemerintahan, politik, pengelolaan keuangan, hingga pembangunan nasional.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangga atas kontribusi ‘Aisyiyah di Kabupaten Garut. Ia menyebut organisasi tersebut memiliki andil besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan anak usia dini dan layanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, ‘Aisyiyah telah ikut mengelola sebagian dari ribuan PAUD di Garut, sekaligus aktif dalam pengembangan layanan kesehatan melalui klinik dan kegiatan sosial lainnya. Karena itu, Bupati menitipkan harapan agar peran tersebut terus diperkuat, terutama dalam mendukung upaya pemerintah daerah di bidang kesehatan.
"Jadi tolong dijelaskan kepada masyarakat supaya mereka lebih aware lagi terhadap upaya kita pemerintah untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut," tutur Syakur.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan kader ‘Aisyiyah dalam menyosialisasikan berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, hingga edukasi mengenai penyakit menular seperti campak dan gangguan paru-paru.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati, menjelaskan bahwa Milad ke-109 ‘Aisyiyah tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.” Tema tersebut, kata dia, menegaskan komitmen organisasi dalam memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung kedekatan historis Garut dengan perkembangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Barat. Garut disebut sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang menerima estafet perjuangan Muhammadiyah dari pusatnya di Yogyakarta, sehingga memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan organisasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Yadi Janwari, mengingatkan bahwa usia ‘Aisyiyah yang telah mencapai 109 tahun beriringan dengan Milad ke-113 Muhammadiyah. Menurutnya, perjalanan lebih dari satu abad itu harus menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperluas kontribusi bagi bangsa dan negara.
Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Garut pun tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi atas kiprah panjang organisasi dalam membangun pendidikan, kesehatan, dan dakwah kemanusiaan yang terus relevan di tengah kebutuhan masyarakat saat ini.
Belum ada komentar.