- Oleh Redaksi
- 06, Apr 2026
SuaraGarut.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku belum menerima informasi resmi terkait kabar penyediaan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Informasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri kebenaran informasi yang beredar, termasuk video yang menampilkan sejumlah motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN).
"Belum ada konfirmasi, jadi perlu dicek dulu kebenarannya,” ujarnya, melansir dari Pikiran Rakyat.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi baik dari BGN maupun pemerintah pusat terkait rencana distribusi kendaraan tersebut.
"Kami belum mendapatkan informasi apa pun terkait itu,” katanya.
Di sisi lain, pihak BGN juga belum memberikan penjelasan rinci mengenai kabar tersebut. Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa operasional SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang membutuhkan dukungan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
Menurutnya, setiap unit SPPG setidaknya memerlukan dua kendaraan operasional. Dengan jumlah SPPG yang mencapai sekitar 23 ribu unit, kebutuhan kendaraan menjadi sangat besar.
Ia juga mengungkapkan bahwa kendaraan yang banyak digunakan adalah jenis pikap ringan seperti Daihatsu Gran Max, bahkan ketersediaannya di pasar mulai terbatas akibat tingginya permintaan.
Selain itu, program MBG disebut turut mendorong peningkatan kepemilikan sepeda motor di kalangan pekerja SPPG, di mana sekitar 60 persen pegawai membeli kendaraan roda dua untuk menunjang aktivitas kerja.
Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian terkait distribusi motor listrik sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk untuk wilayah Jawa Barat.***
Belum ada komentar.