Perundingan AS–Iran Terancam Gagal, Teheran Ultimatum Israel Soal Serangan ke Lebanon


[Ilustrasi perang Iran dengan Amerika/open ai]

SauraGarut.id – Rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan, berada di ambang ketidakpastian. Iran dikabarkan mengancam akan mundur dari meja negosiasi jika serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.

Dilansir dari Kantor Berita Fars, Teheran menegaskan sikap tegasnya terhadap situasi di kawasan. Bahkan, laporan yang menyebut delegasi Iran telah tiba di Islamabad dibantah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa kelanjutan perundingan sangat bergantung pada sikap semua pihak yang terlibat, termasuk Israel.

Ketegangan semakin meningkat setelah Israel dilaporkan terus menggencarkan serangan ke Lebanon. Sebagai respons, Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia.

Di sisi lain, Washington dan Tel Aviv berpendapat bahwa penghentian serangan ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan awal yang tengah dibahas.

Sejak Rabu, 8 April 2026, intensitas serangan Israel ke Lebanon dilaporkan meningkat tajam. Berdasarkan data Pertahanan Sipil Lebanon, sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka. Sementara itu, sejak 2 Maret, jumlah korban jiwa mencapai 1.888 orang dengan 6.092 korban luka, merujuk data Kementerian Kesehatan Lebanon.

Delegasi Amerika Serikat dalam perundingan ini akan dipimpin oleh JD Vance, didampingi utusan khusus seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sementara dari pihak Iran, delegasi akan melibatkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama sejumlah pejabat senior Garda Revolusi.

Pertemuan internasional tersebut rencananya digelar di sebuah hotel berbintang di Islamabad dengan pengamanan ketat. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, menyatakan optimisme atas upaya meredakan eskalasi konflik yang tengah berlangsung.

Meski demikian, dunia kini menanti hasil perundingan tersebut sebagai harapan menuju perdamaian. Kegagalan mencapai kesepakatan dikhawatirkan akan memperburuk situasi global dan membawa dampak luas, terutama di sektor energi dan keamanan internasional.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka