- Oleh Redaksi
- 07, May 2026
SuaraGarut.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyoroti lambatnya progres sejumlah kegiatan penanganan bencana saat memimpin rapat tanggap darurat bencana di Kantor BPBD Kabupaten Garut, Rabu (13/5/2026).
Dalam evaluasi tersebut, Nurdin mengaku masih menemukan beberapa program penanganan bencana yang capaian progresnya dinilai belum optimal. Pemerintah daerah pun meminta seluruh jajaran terkait untuk bergerak lebih maksimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita hadir dan memberikan perhatian nyata kepada masyarakat terdampak. Semua yang kita lakukan pasti dilihat, dinilai, dan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Nurdin.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara fokus dan terkoordinasi agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Nurdin juga menyoroti pentingnya pendataan dan pemetaan kerusakan secara rinci di seluruh wilayah terdampak bencana. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama dalam menentukan langkah lanjutan penanganan di lapangan.
“Data yang detail menjadi dasar utama untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. Jangan sampai ada wilayah yang terlewat atau lambat tertangani,” katanya.
Dalam rapat evaluasi tersebut, pemerintah daerah mencatat masih terdapat beberapa titik penanganan yang progresnya berada di bawah target dari ratusan kegiatan yang sedang berjalan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut meminta seluruh unsur terkait mulai dari OPD, kecamatan, hingga relawan lapangan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat proses penanganan agar masyarakat terdampak segera merasakan pemulihan.
“Jangan sampai beban masyarakat semakin berat akibat lambatnya penanganan. Semua pihak harus bergerak bersama, solid, dan saling menguatkan,” tegasnya.
Rapat tanggap darurat ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh Pemkab Garut guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal, khususnya bagi warga yang terdampak langsung.
Belum ada komentar.