- Oleh Redaksi
- 23, Mar 2026
SuaraGarut.id - Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengalami luka akibat ledakan yang terjadi di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat (3/4) sore.
"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam pernyataan yang disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC), melansir dari Antara.
Seluruh personel asal Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Ardiel.
Ia menyebut pekan ini sebagai periode yang berat bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah operasi UNIFIL.
Selain itu, Ardiel juga menyampaikan harapan agar para korban dapat segera pulih dari luka yang dialami.
UNIFIL mengimbau semua pihak untuk menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian serta menghindari aktivitas tempur di sekitar wilayah operasi.
Peristiwa ini menambah duka bagi Indonesia, setelah sebelumnya tiga personel gugur dalam insiden terpisah di Lebanon.
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).
Sehari setelahnya, dua personel lainnya yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal dunia dalam serangan terhadap konvoi yang tengah mereka kawal.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas gugurnya ketiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Pada Kamis, PBB memastikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Belum ada komentar.