Balita Meninggal Diduga Keracunan, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Uji Laboratorium


[Puluhan balita dan ibu di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapat pertolongan medis di puskesmas setempat karena mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. ANTARA/Ahmad Fikri]

SuaraGarut.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab meninggalnya seorang balita berinisial MAB (2), warga Kecamatan Leles, yang sebelumnya diduga mengalami keracunan bersama puluhan ibu dan balita lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan," katanya, melansir dari Antara.

Ia menambahkan, seluruh korban yang sebelumnya mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis. Meski sebagian sudah diperbolehkan pulang, pengawasan tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan di tingkat desa.

Sementara itu, pihak RSUD Pagelaran mencatat balita MAB meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 12 jam.

Direktur RSUD Pagelaran, Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien datang dalam kondisi tidak stabil setelah dirujuk dari Puskesmas Leles.

"Pasien balita ini rujukan dari Puskesmas Leles dan langsung mendapat penanganan di IGD karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, dan tangan serta kaki bengkak. Kami memberikan penanganan selama 12 jam," katanya.

Balita tersebut akhirnya meninggal dunia dengan diagnosis syok septik, yang disertai riwayat diare sejak awal penanganan.

Sebelumnya, sebanyak 63 ibu dan balita dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG di dua desa di Kecamatan Leles. Sebagian besar korban telah pulih, meski masih ada beberapa yang menjalani perawatan lanjutan.

Saat ini, enam balita masih dirawat di puskesmas, sementara puluhan lainnya telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi mereka membaik.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka