Surat Edaran Nobar Piala Dunia Diterbitkan, Wamendagri Bidik Peningkatan Ekonomi Daerah


[Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat memberikan sambutan-dok. Puspen Kemendagri]

SuaraGarut.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa penerbitan Surat Edaran (SE) terkait penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah memanfaatkan momentum tersebut guna menggerakkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam kunjungannya ke Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis, Bima mengatakan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ diterbitkan sebagai salah satu langkah untuk menciptakan perputaran ekonomi di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang Piala Dunia.

“(Terkait Surat Edaran) Pak Menteri ingin agar pendapatan asli daerah ini terus naik, ekonomi daerah berputar. Salah satunya adalah bagaimana kepala daerah bisa menginisiasi nobar-nobar,” katanya, melansir dari Antara.

Menurut Bima, momentum pesta olahraga dunia tersebut tidak hanya dapat menjadi sarana hiburan dan kebersamaan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah.

Ia menilai berbagai kegiatan yang digelar pemerintah daerah berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini kan bukan saja kemudian menyatukan anak-anak muda dalam satu forum-forum yang santai, tetapi juga menggairahkan perekonomian, targetnya ke sana,” ujarnya.

Pemerintah pusat, lanjut Bima, mengapresiasi langkah sejumlah kepala daerah yang telah menindaklanjuti surat edaran tersebut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Menurutnya, beberapa pemerintah daerah telah melaporkan pelaksanaan berbagai agenda dalam rangka menyambut Piala Dunia yang tidak hanya menghidupkan ruang publik, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal.

“Para kepala daerah melaporkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ini, hal yang sederhana tapi sangat bermakna,” sambutnya.

Bima menambahkan bahwa ajang Piala Dunia diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, sebagaimana kebijakan cuti bersama dan libur panjang yang selama ini terbukti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Menurut catatan kebijakan cuti bersama, long weekend itu kan mendorong ekonomi, menyumbang pertumbuhan ekonomi. Dan kita berharap momentum Piala Dunia, bukan saja nontonnya tetapi ekonominya juga,” ujarnya.

Pemerintah berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh daerah untuk memperkuat ekonomi lokal, mendukung perkembangan UMKM, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka