- Oleh Redaksi
- 04, May 2026
SuaraGarut.id - Pemerintah Kabupaten Garut menerima kunjungan kerja perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam rangka peninjauan rencana lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (13/5/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kemensos RI, Herman, beserta jajaran. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan pembangunan sarana pendidikan non-formal di Kabupaten Garut.
"Beliau berkunjung ke salah satu lokasi untuk dibangun sekolah rakyat. Kita berharap bahwa ini bisa segera terealisasikan dan tentu saja kita akan Kabupaten Garut akan sangat serius sekali untuk menyiapkan semua persyaratannya. Semoga lancar," ujar Abdusy Syakur.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Kemensos RI melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi calon pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di wilayah Kecamatan Cikelet. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan kesesuaiannya dengan standar Program Strategis Nasional (PSN).
Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kemensos RI, Herman, menjelaskan terdapat sembilan kriteria utama yang harus dipenuhi agar lokasi dapat digunakan sebagai pembangunan sekolah rakyat permanen. Beberapa syarat di antaranya yakni lahan bersertifikat resmi, bebas sengketa, tidak berada di kawasan rawan bencana, bukan termasuk lahan LP2B atau Sawah Yang Dilindungi (SYD), serta memiliki kontur tanah stabil dengan kemiringan maksimal 10 persen.
"Nah nanti untuk kondisi di lapangan yang akan menentukan adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum akan memastikan karena kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian PU bahwa tempat tersebut yang pertama adalah layak dalam arti tidak dalam kategori rawan bencana, kemudian istilahnya tanahnya tidak berkontur karena kemiringannya tidak boleh lebih dari 10% kira-kira," jelas Herman.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, menyampaikan bahwa program rintisan Sekolah Rakyat di Garut saat ini telah membina 75 siswa yang terbagi ke dalam tiga rombongan belajar. Capaian tersebut menjadi salah satu alasan Garut dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan sekolah rakyat permanen pada tahun 2026.
"Semoga acc karena sementara menurut peninjauan teman-teman semua di Kabupaten Garut atas arahan juga dari bapak semua its oke ya tinggal menunggu acc Kementerian PU melalui Kanwilnya yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kita doakan saja semoga realisasi Oktober ini," pungkas Marlinda.
Belum ada komentar.