Beranda Pendaftaran Ditutup, BGN Minta Warga Waspadai Penawaran dan Jual Beli Titik SPPG

Pendaftaran Ditutup, BGN Minta Warga Waspadai Penawaran dan Jual Beli Titik SPPG

Oleh, Redaksi
4 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
BGN Ingatkan Masyarakat Waspadai Praktik Jual Beli Titik SPPG Program Makan Bergizi Gratis/BGN

SauraGarut.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi ditutup. Masyarakat pun diminta berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan peluang pendaftaran atau menjanjikan akses masuk program dengan meminta sejumlah uang.

Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengungkapkan adanya indikasi praktik jual beli titik SPPG oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia menyebutkan bahwa pihaknya bahkan menerima informasi mengenai adanya penawaran titik SPPG dengan nilai hingga ratusan juta rupiah.

"Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi," kata Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya melasnir dari Antara.

Sony menegaskan bahwa masyarakat yang menemukan atau mengalami penawaran semacam itu diminta segera melaporkan kepada pihak BGN agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan, jadi kepada orang-orang yang meminta uang itu, silakan pertanggungjawabkan," ujar dia.

Menurutnya, setiap titik SPPG yang terbukti diperoleh melalui praktik jual beli akan langsung dibatalkan dan tidak akan melalui proses verifikasi. Selain itu, calon mitra yang terlibat juga akan diblokir dari sistem resmi kemitraan BGN.

BGN juga menemukan adanya modus lain yang dilakukan sejumlah oknum dengan berpura-pura menjadi korban penipuan setelah membangun dapur untuk program MBG. Hal tersebut diduga dilakukan untuk meyakinkan pihak verifikator agar tetap meloloskan mereka sebagai mitra.

"Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu gitu ya supaya yakin diverifikasi, tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu, seperti kemarin ada orang yang datang ke saya, 'Pak, saya ditipu, dapur saya sudah jadi, tetapi saya ditipu, enggak masuk ke dalam sistem.' Kemudian saya tanya, penipunya siapa? Kalau ada, laporin dong, saya pengin tahu untuk membedakan modus dan yang benar," paparnya.

Sony menjelaskan, jika seseorang mengaku menjadi korban tetapi tidak dapat menjelaskan siapa pelaku penipuannya, maka besar kemungkinan hal tersebut hanya merupakan modus.

"Kalau dia enggak mau jawab, atau bilang, 'Ya, adalah, Pak,' begitu, maka sudah tentu modus, tetapi kalau yang benar-benar ditipu, sekarang sudah diterima laporannya sama polisi, jelas siapa penipunya, sebentar lagi mungkin tayang siapa penipunya, karena minimal satu orang itu Rp100 juta kerugiannya," ujar dia.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini pendaftaran SPPG memang telah ditutup karena kuota untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis telah terpenuhi. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri di berbagai daerah di Indonesia.***

Sumber Antara

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.