- Oleh Redaksi
- 01, May 2026
SuaraGarut.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan itu merujuk pada rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tercatat sebesar 40,75 persen per 31 Maret 2026.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), total utang pemerintah hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun atau hampir menyentuh angka Rp10.000 triliun.
“(Posisi utang) masih aman, masih sekitar 40 persen lebih sedikit, jadi aman,” kata Purbaya melasir dari pikiran-rakyat.com.
Menurut Purbaya, pengelolaan utang Indonesia masih lebih berhati-hati dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan. Ia mencontohkan rasio utang Singapura yang disebut mencapai sekitar 180 persen, sementara Malaysia berada di kisaran 60 persen terhadap PDB.
“Tinggi semua. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara sekeliling kita,” ujarnya.
Ia juga menilai posisi utang Indonesia masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Selain itu, Undang-Undang Keuangan Negara menetapkan batas maksimal rasio utang pemerintah sebesar 60 persen terhadap PDB, sehingga posisi Indonesia saat ini masih berada jauh di bawah ambang batas tersebut.
Dari sisi komposisi, sebagian besar utang pemerintah berasal dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Nilai outstanding SBN tercatat mencapai Rp8.652,89 triliun atau setara 87,22 persen dari total utang pemerintah hingga akhir Maret 2026.
Sementara itu, pinjaman pemerintah tercatat sebesar Rp1.267,52 triliun atau sekitar 12,78 persen dari total utang.
Pemerintah menyebut strategi pembiayaan utang dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya pendanaan, mitigasi risiko, tata kelola yang baik, serta menjaga indikator utang tetap pada level aman.
Selain itu, pengelolaan pembiayaan APBN 2026 disebut dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi likuiditas pemerintah, optimalisasi kas negara, dan dinamika pasar keuangan.
Hingga 31 Maret 2026, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar Rp1,3 triliun.***
Sumber pikiran-rakyat.com
Belum ada komentar.