Survei Dinkes Ungkap Ribuan Pelajar Bandung Alami Masalah Kesehatan Mental
SuaraGarut.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa sekitar 10 ribu pelajar di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang tahun 2025. Data tersebut diperoleh dari hasil survei Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap siswa tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” kata Farhan saat meninjau SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat.
Farhan menyebutkan, temuan ini akan menjadi pijakan bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk merumuskan program penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) di sekolah-sekolah.
“Dinas pendidikan akan merespons itu dengan membuat program,” ujarnya.
Meski demikian, Farhan mengakui hingga kini pihaknya belum dapat merinci klasifikasi gangguan kesehatan mental yang dialami para siswa, baik yang masuk kategori ringan maupun berat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan peran guru bimbingan konseling agar lebih responsif terhadap kondisi psikologis peserta didik.
“Karena selama ini di sekolah guru kurang cepat mendeteksi persoalan anak-anaknya. Dengan memperkuat peran konseling guru BK di sekolah, kita ingin para guru menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi persoalan anak,” kata Fajar.
Ia menjelaskan, persoalan yang dialami anak di lingkungan keluarga kerap terbawa ke sekolah tanpa terdeteksi oleh guru. Oleh karena itu, penguatan peran guru wali kelas serta layanan konseling dinilai menjadi langkah penting.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah melakukan revitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) agar dapat berperan sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani persoalan kesehatan fisik maupun mental siswa.
“Ketika anak-anak menunjukkan gejala yang tidak wajar, guru wali harus bisa mendeteksi, lalu dibawa ke UKS untuk diajak konsultasi. Jika tidak bisa diatasi, UKS merekomendasikan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron menyampaikan bahwa pihaknya berencana menghadirkan tenaga psikolog ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk bekerja sama dengan guru BK sekaligus memperkuat koordinasi dengan puskesmas setempat.
“Kita menyiapkan tenaga psikolog untuk memberikan bimbingan kepada guru BK,” katanya.
Sumber Antara
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.