- Oleh Redaksi
- 16, Mar 2026
SuaraGarut.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan peninjauan langsung terhadap jalur mudik di wilayah utara Kabupaten Garut pada Rabu (18/03/2026).
Monitoring tersebut meliputi sejumlah titik penting, di antaranya Pendopo, Pos PAM Kubang Tarogong, Pos PAM Kadungora, Pos PAM Terpadu GTC Limbangan, Pos PAM Limbangan, Stasiun Cibatu, Pos PAM Wanaraja, Pos PAM Bunderan Suci, hingga Pos PAM Cilawu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Garut memberikan apresiasi kepada para petugas yang telah menjalankan tugas selama enam hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya. Ia menilai kondisi arus lalu lintas serta pengamanan di wilayah Garut masih terjaga dengan baik.
"Dan Alhamdulillah sampai saat ini saya melihat bahwa semua masih terkendali untuk itu saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras dedikasi dan keseriusan bapak-bapak semua," ujar Abdusy Syakur saat memimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat Lodaya di Pos PAM Kubang Tarogong.
Syakur juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan bagi para petugas, terutama di tengah pelaksanaan ibadah puasa. Ia menekankan agar kondisi fisik tetap terjaga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama masa operasi yang masih berlangsung.
Selain itu, ia menginstruksikan agar petugas mengedepankan sikap empati dalam melayani para pemudik. Menurutnya, kondisi lelah dan lapar dapat meningkatkan sensitivitas, sehingga diperlukan kesabaran agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik.
"Tapi yang pasti, saya sangat yakin sekali bapak-bapak semua insha Allah akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga semua orang Garut yang mudik ataupun yang lewat Garut itu memiliki kesan yang baik," lanjutnya.
Tak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, Bupati Garut juga meminta dinas terkait dan para camat untuk memastikan kesiapan fasilitas umum di sepanjang jalur mudik, termasuk masjid dan tempat istirahat, terutama dari segi kebersihannya.
"Dan juga dinas-dinas dan pak camat nanti cek-cek lagi fasilitas yang kita miliki, masjid-masjid, tempat istirahat juga cek lagi kebersihannya," tambahnya.
Terkait pengaturan lalu lintas, ia mengapresiasi penanganan cepat insiden kecelakaan di jalur Cikaledong oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Ia juga mendukung penerapan sistem satu arah (one way) secara situasional untuk mengurai kemacetan tanpa harus memberlakukan rekayasa lalu lintas dalam jarak panjang.
"Menurut saya ini adalah salah satu cara yang sangat berdampak dengan adanya kejadian langsung diurai-diurai gitu aja. Sehingga tidak perlu kemudian satu arah itu satu jalan yang sangat panjang sekali hanya untuk untuk mengurai kemacetan di daerah tertentu," tuturnya.
Menjelang akhir peninjauan, Syakur turut menyoroti kepadatan di kawasan pasar tumpah seperti di wilayah Lewo. Ia menyebut akan dilakukan pembahasan lebih lanjut guna mengoptimalkan sistem “pagar betis” agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, ia juga memeriksa langsung ketersediaan obat di posko kesehatan di sejumlah Pos Pengamanan. Ia menegaskan agar pemberian obat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan keluhan pemudik.***
Belum ada komentar.