- Oleh Redaksi
- 16, Jun 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat melalui penyelenggaraan Grand Final Lomba Duta Baca Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (25/6/2026), tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Asda III) Kabupaten Garut, Margiyanto.
Acara ini turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Garut beserta jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Garut, Ketua DWP Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Garut, serta Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan itu, Margiyanto membacakan sambutan tertulis Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Ia menyampaikan bahwa Duta Baca memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung gerakan literasi nasional sekaligus menjadi representasi generasi muda yang mampu mengajak masyarakat membudayakan kegiatan membaca.
"Perannya adalah memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi, dan menyokong pergerakan literasi di masyarakat dan lingkungan pendidikan. Duta baca akan menjadi pejuang pembaca dan literasi, serta meningkatkan minat baca pada masyarakat. Gerakan budaya membaca bukan hanya tugas pemerintah, tetapi ini semua merupakan tugas komponen lapisan masyarakat. Untuk itu tugas mulia duta baca ini harus kita dukung dan digelorakan," ujar Margiyanto menyampaikan pesan Wakil Bupati.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi saat ini, Duta Baca diharapkan mampu menjadi penyaring informasi yang sehat dan edukatif. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat bersinergi dengan Bunda Literasi maupun pegiat literasi di daerah serta memotivasi generasi muda untuk kembali memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, menilai keberadaan Duta Baca menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Ia berharap ke depan setiap kecamatan di Kabupaten Garut memiliki perwakilan Duta Baca sehingga gerakan literasi dapat menjangkau seluruh wilayah.
"Sejatinya Duta Baca ini ada 42 di tiap kecamatan se-Kabupaten Garut. Nah, ini bagaimana peran Duta Baca ke lapangan meyakinkan bahwa setiap kecamatan ada perwakilan. Tadi ada paguyuban literasi di Kecamatan, mungkin bisa mengajak lagi anak-anak kita, nanti juga kita akan support lagi dari sisi anggaran," ungkap Totong.
Totong juga memberikan apresiasi kepada Paguyuban Duta Baca Garut yang dinilai konsisten menggerakkan potensi pemuda dalam meningkatkan minat baca di berbagai daerah di Kabupaten Garut.
Ketua Panitia Pelaksana, Zaqi M. Rais, menjelaskan bahwa Lomba Duta Baca merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat kapasitas literasi masyarakat. Tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan dengan hadirnya perwakilan dari 29 kecamatan, lebih banyak dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Ia mengungkapkan proses seleksi Grand Final Duta Baca Kabupaten Garut 2026 berlangsung selama sekitar tiga bulan sejak April 2026. Dari seluruh pendaftar, terpilih 20 finalis terbaik yang terdiri atas 10 peserta kategori pelajar dan 10 peserta kategori mahasiswa.
"Alhamdulillah ini terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, yang artinya saat ini program pemerintah mulai bisa tersebar dan mulai bisa dirasakan kebermanfaatanya dikalangan masyarakat. Hari ini, 20 peserta terbaik yang akan diuji secara langsung dihadapan publik untuk menentukan siapa yang akan layak untuk menempati posisi juara 1, 2, 3 dan juara kategori," kata Zaqi.
Menurutnya, Grand Final Duta Baca bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat kolaborasi antarpenggiat literasi. Melalui sinergi yang terus dibangun, program literasi dan budaya gemar membaca di Kabupaten Garut diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan demi mendukung kualitas sumber daya manusia di masa depan.***
Belum ada komentar.