Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi dan Soroti Polemik Ijazah Jokowi


[Momen Prabowo makan malam bersama Joko Widodo, Ma'ruf Amin, dan Jusuf Kalla. /Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]

SuaraGarut.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, tidak membantah adanya laporan polisi terhadap dirinya usai menyampaikan ceramah di Universitas Gadjah Mada. Laporan tersebut muncul setelah ia lebih dulu melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri terkait dugaan penyebaran informasi bohong.

Laporan yang diajukan Jusuf Kalla terhadap Rismon berkaitan dengan tuduhan bahwa dirinya disebut mendanai Roy Suryo dan pihak lain dalam polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon,” kata Jusuf Kalla saat konferensi pers di Jakarta Selatan melansir dari Pikiran Rakyat.

Ia juga mengakui bahwa laporan terhadap dirinya muncul setelah dirinya meminta Presiden Jokowi menunjukkan ijazahnya ke publik. Menurutnya, polemik tersebut telah berlangsung lama dan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

“Saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, demo, sudahlah Pak Jokowi, sudahlah kasihlah ijazah saja. Itu saja,” ujarnya.

“Timbul lah ini. Sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi diri sendiri, saling memaki masyarakat,” ucapnya menambahkan.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menyerang atau menuduh Presiden Jokowi, melainkan menyampaikan pandangan sebagai sosok yang lebih senior.

“Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati. Banyak yang mengatakan, apalagi Pak JK itu, apa kurangnya Pak Jokowi ke Pak JK sehingga begini? Apa saya tuduh, Pak JK? Ada enggak? Saya tuduh enggak? Ada enggak? Saya lawan enggak Pak Jokowi? Enggak,” kata Jusuf Kalla.

Ia juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya memberikan dana sebesar Rp5 miliar untuk mendukung isu tersebut. Jusuf Kalla menyatakan tidak pernah bertemu maupun mengenal pihak yang dituduhkan, serta pernah menolak permintaan pertemuan dari Rismon maupun Roy Suryo.

Sebelumnya, Jusuf Kalla juga dilaporkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia terkait ceramahnya di UGM yang dinilai bermasalah. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa tuduhan penistaan agama tidak berdasar.

“Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Semua memfitnah saya semua,” ujar Jusuf Kalla.

Terkait langkah hukum selanjutnya, ia mengaku masih mempertimbangkan berbagai opsi. Namun, ia menyebut sejumlah pihak di masyarakat juga merasa dirugikan dan siap menempuh jalur hukum.

Di tengah situasi tersebut, Jusuf Kalla mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan aksi demonstrasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka