- Oleh Redaksi
- 15, Apr 2026
SuaraGarut.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak empat orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Data tersebut merupakan catatan sementara dari total 38 penumpang yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas di lokasi kejadian.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia telah teridentifikasi, meskipun proses pendataan identitas masih berlangsung.
"Dan memang ada 4 orang teridentifikasi meninggal dunia. Nanti untuk identitasnya kami sedang berkoordinasi dengan rumah sakit," kata Anne Purba melansir dari pikiran-rakyat.com.
KAI memastikan bahwa seluruh korban meninggal bukan berasal dari penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Penumpang di kereta tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka.
"Penyebabnya (soal tewas, Red) semuanya masih berikutnya, ini kita fokus kepasa evakuasi terlebih dahulu," katanya.
Saat ini, proses penanganan di lapangan masih difokuskan pada evakuasi dan keselamatan seluruh penumpang. Sejumlah langkah darurat juga dilakukan, termasuk penghentian sementara perjalanan kereta dari arah Stasiun Pasar Senen guna mempercepat proses evakuasi.
Selain itu, KAI menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan penumpang serta menanggung seluruh biaya perawatan hingga asuransi bagi korban terdampak.
Tim SAR dikerahkan ke lokasi
Tim dari Kantor SAR Jakarta bersama Unit Siaga SAR Bekasi langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi korban. Selain itu, kemungkinan dukungan tambahan dari Basarnas Special Group juga turut disiapkan.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan korban sambil fokus pada penanganan di lapangan.
“Kami belum ada data korban. Masih pengerahan tim ke lokasi,” kata Ramli Prasetio melansir dari Antara.
Ia menambahkan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan.
“Saat ini tim bergerak ke lokasi untuk membantu evakuasi dan pencarian korban,” kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat KRL Commuter Line tengah berhenti di jalur 1 dengan tujuan Cikarang atau arah timur. Tak lama kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan langsung menabrak rangkaian KRL tersebut.
Salah satu penumpang selamat, Heri, mengungkapkan kondisi saat kejadian berlangsung.
"Commuter Line mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi naik oleh petugas," kata salah satu penumpang selamat, Heri, di lokasi.
Hingga sekitar pukul 21.50 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas bersama masyarakat. Sejumlah korban yang telah berhasil dievakuasi dilaporkan mengalami luka-luka, bahkan ada yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Pihak terkait masih terus melakukan penanganan serta pendataan lebih lanjut terkait jumlah korban maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut.***
Belum ada komentar.