- Oleh Redaksi
- 07, Jun 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Komitmen tersebut disampaikan dalam Workshop "Mewujudkan Sekolah Aman Berkarakter" bertema "Anak Aman Mental, Fisik, Kemandirian, Tauhid dan Pelecehan" yang digelar di Kantor Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Garut Jawa Barat, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi KEPPAK Perempuan Komisariat Kabupaten Garut tersebut menghadirkan narasumber Dede Sundara, S.I.Kom., CHT., serta diikuti oleh kepala sekolah, guru, orang tua, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak.
Sambutan Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, dibacakan oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Linlin. Dalam sambutannya, Yayan menyampaikan apresiasi kepada KEPPAK Perempuan Kabupaten Garut yang telah mengambil peran aktif dalam upaya membangun kesadaran bersama terkait perlindungan anak dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Yayan, anak merupakan amanah sekaligus investasi masa depan bangsa yang harus mendapatkan perlindungan dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal.
"Anak merupakan amanah sekaligus investasi masa depan bangsa. Karena itu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, masyarakat maupun pemerintah," ujar Linlin saat membacakan sambutan Kepala DPPKBPPPA.
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat berbagai tantangan yang mengancam tumbuh kembang anak, mulai dari kekerasan, perundungan (bullying), pelecehan seksual, penyalahgunaan media digital hingga melemahnya interaksi sosial dan penguatan karakter di kalangan anak dan remaja.
Karena itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat nilai-nilai moral dan keagamaan.
Yayan menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, serta memperoleh ruang untuk menyampaikan pendapat sesuai usia dan tingkat kematangannya.
Sebagai bentuk komitmen daerah dalam mewujudkan Kabupaten Garut Layak Anak, DPPKBPPPA terus menjalankan berbagai program perlindungan anak. Di antaranya pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA), pembentukan Pelopor dan Pelapor (2P) serta Forum Anak, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, penguatan pengasuhan berbasis keluarga, edukasi perlindungan anak dan pencegahan perkawinan anak, hingga penguatan layanan pengaduan dan pendampingan korban melalui jejaring perlindungan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Yayan berharap workshop mampu meningkatkan pemahaman seluruh peserta dalam mengenali berbagai risiko kekerasan dan pelecehan terhadap anak sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga dan masyarakat.
"Workshop ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas seluruh peserta dalam membangun lingkungan sekolah yang aman serta memperkuat kolaborasi semua pihak untuk melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, mandiri dan berprestasi," katanya.
Lebih lanjut, Yayan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan terdekat.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang menjadi korban kekerasan, perundungan maupun pelecehan, baik di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat.
"Setiap anak harus merasa aman ketika berada di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sosialnya. Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," tegasnya.
Melalui workshop tersebut, diharapkan lahir berbagai langkah konkret dalam menciptakan sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, dan berkarakter bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Garut.
Belum ada komentar.